Dua Lagi Jamaah Haji Aceh Meninggal

Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Dalam dua hari terakhir dua jamaah haji asal Aceh meninggal dunia

Dua Lagi Jamaah Haji Aceh Meninggal
ANGGOTA TPHD Aceh dan TPIHI Kemenag dibantu dua jamaah haji Kloter 3 Aceh membawa jenazah almarhum Abdullah bin Amin Nafi saat memasuki Pintu 5 Masjidil Haram, Mekkah untuk dishalatkan yang bertepatan dengan waktu Ashar dan diikuti oleh ratusan ribu jamaah dari seluruh dunia, Selasa (28/8).

* Total Lima Orang

BANDA ACEH - Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Dalam dua hari terakhir dua jamaah haji asal Aceh meninggal dunia karena sakit di Mekkah, Arab Saudi. Mereka adalah Muhammad Ali Puteh (70) asal Desa Mayang Lancok, Meureudu, Pidie Jaya yang meninggal, Kamis (30/8) pukul 06.35 Waktu Arab Saudi (WAS) dan Hamidah Nyak Itam binti Nyak Itam (72) asal Gampong Blang Muko, Kecamatan Kuala, Nagan Raya yang berpulang ke rahmatullah, Rabu (29/8) pukul 23.50 WAS.

Kabar duka itu disampaikan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh, Drs H M Daud Pakeh melalui Koordinator Humas dan Penerangan PPPIH, H Rusli Lc Msi kepada Serambi di Banda Aceh, Kamis (30/8).

Rusli yang menghimpun informasi tersebut dari petugas haji di Arab Saudi juga menjelaskan kronologisnya kepada Serambi kemarin.

Menurut Rusli, almarhumah Hamidah yang tergabung dalam kloter 9 meninggal karena terjatuh di kamar penginapannya sekitar pukul 23.15 WAS. Saat itu almarhumah didapati oleh teman sekamarnya dalam kondisi tergeletak di kamar mandi.

“Akibat terjatuh, terdapat lecet di bagian kepala almrahum dan saat Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) datang pukul 23.50 WAS, mereka mendapati darah mengalir di bawah wajah almarhumah. Ia dinyatakan meninggal di Maktab 41, Sektor 5 nomor hotel 507, kamar 361,” rinci Rusli.

Ia tambahkan,berdasarkan keterangan dari teman sekamarnya, pada malam kejadian kondisi almarhumah sangat sehat. Bahkan ia sempat beraktivitas seprti biasa, yaitu shalat dan makan, serta tidak ada keluhan sakit.

Berdasarkan catatan petugas, almarhumah diketahui mempunyai riwayat anemia, gastritis (radang lambung), dan senility (gejala stroke akibat penurunan kinerja otak).

Sedangkan almarhum Muhammad Ali Puteh yang tergabung dalam kloter 11 meninggal di Maktab 64 kamar 4511. Berdasarkan diagnosis tim medis, almarhum mengalami cardiac arrest (jantung henti). “Semoga amalan kedua almarhum di terima Allah dan ditempatkan pada tempat yang layak di sisi-Nya,” Rusli berdoa.

Ia jelaskan, sejak Senin (27/8), almarhum mengeluh demam, batuk, dan pilek di maktab. Karena gejala tersebut, petugas medis TKHI memberikan obat-obatan kepadanya. Sehari kemudian mereka kembali mengunjungi jamaah asal Mereudu ini. Ia masih dapat beraktivitas seperti biasa.

Namun, Rabu (29/8) pukul 21.00 WAS, teman sekamarnya memberi tahu bahwa jamaah itu sedang kehilangan nafsu makan dan ia hanya shalat Isya di kamar.

Beberapa jam kemudian, pukul 05.20 WIB, ia terjatuh dari tempat tidur dan petugas TKHI tiba ke kamar untuk memeriksa kondisinya.

“Hasil pemeriksaan, ditemukan kondisi arteri karotis tidak teraba, tidak ada pernapasan, pupil dilatasi maksimal, dan pasien dinyatakan meninggal di hadapan keluarganya,” jelas Rusli.

Kemudian jenazah dimakamkan di kawasan Sharaya, Mekkah. Hingga hari ini sudah lima orang jamaah haji Aceh yang meninggal di Tanah Suci, Mekkah. Sebelumnya, meninggal Abdullah bin Amin Nafi yang tergabung dalam kloter tiga asal Banda Aceh, Mukhlis Teuku Usman Sarong, jamaah asal Pidie yang tergabung dalam kloter 5, dan Siti Halimah binti Ahmad asal Bener Meriah yang tergabung dalam kloter 6. (mun)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved