Safrizal Divonis Delapan Tahun

Safrizal bin Mahdi (20), tersangka ketiga dalam kasus memasok sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang

Safrizal Divonis Delapan Tahun
Kapolsek Meureudu, Pidie Jaya, AKP Aditia Kusuma SIK (Dua Kanan) bersama dua anggota Polisi mengamankan pelaku pengedar sabu-sabu dan ganja, Safrizal (Dua kiri) asal Gampong Meunasah Lhok, Kamis (23/8/2018) malam. foto/IST 

* Usai Ditetapkan Jadi Tersangka Kasus Memasok Sabu ke Rutan

LHOKSUKON – Safrizal bin Mahdi (20), tersangka ketiga dalam kasus memasok sabu ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Lhoksukon, Aceh Utara divonis majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon delapan tahun penjara dalam kasus mengedar sabu-sabu. Padahal, pria asal Desa Matang Tunong, Kecamatan Samudera tersebut dua hari sebelum vonis baru ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Narkoba Polres Aceh Utara. Seperti diberitakan sebelumnya, seorang napi dan seorang tahanan jaksa terungkap memasok sabu ke Rutan Cabang Lhoksukon pada 22 Agsutus 2018, atau tepat saat Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. Keduanya adalah Muhammad Safrizal (24), sopir asal Desa Ulee Pulo, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara yang saat ini masih menjadi tahanan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Aceh Utara dalam kasus penadah handphone curian. Sedangkan satu lagi yakni M Laudin (28), napi kasus narkotika asal Desa Pande, Kecamatan Tanah Pasir, kabupaten yang sama. Ia divonis 5 tahun penjara dengan sisa hukuman yang harus dijalani setahun lagi.

Belakangan terungkap kalau sabu yang diperoleh kedua Muhammad Safrizal dan M Laudin berasal dari Safrizal. Maka, pada pada Senin (26/8), penyidik Sat Narkoba Aceh Utara pun menetapkan Safrizal bin Mahdi sebagai tersangka ketiga dalam kasus tersebut. Lalu pada Rabu (28/8), Safrizal harus menjalani sidang pamungkas kasus mengedar sabu-sabu di PN Lhoksukon, dengan agenda pembacaan amar putusan. Kasus itu sebelumnya ditangai Polres Lhokseumawe. Safrizal akhirnya divonis hakim PN Lhoksukon delapan tahun penjara karena terbukti bersalah melanggar Pasal 114 ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ia benar, terdakwa (Safrizal) kita sidangkan pada Rabu (28/8), dengan Majelis Hakim Abdul Wahab MH, Maimunsyah, dan saya sendiri. Tapi, putusan tersebut belum inkracht (berkekuatan hukum tetap), karena jaksa dan terdakwa masih pikir-pikir dalam kasus itu,” ujar Humas PN Lhoksukon, Bob Rosman kepada Serambi, kemarin.

Sementara itu, Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kasat Narkoba AKP Ildani Ilyas kepada Serambi, kemarin, mengungkapkan, penyidik mengetahui kalau tersangka Safrizal bin Mahdi menjalani vonis setelah diberitahukan tim jaksa saat menjemput tersangka untuk dibawa ke PN Lhoksukon. Tersangka sendiri sebelumnya dibawa ke Mapolres Aceh Utara untuk menjalani pemeriksaan.

“Informasi yang kami terima, tersangka itu divonis delapan tahun penjara dalam kasus sabu sebelumnya. Vonis itu dijatuhkan dua hari setelah dia kita tetapkan sebagai tersangka dalam kasus memasok sabu ke rutan,” ujar Kasat Narkoba.

AKP Ildani Ilyas menegaskan, meski tersangka Safrizal bin Mahdi sudah divonis, namun penyidikan kasus memasok sabu ke Rutan Lhoksukon tetap berjalan. “Penyidikannya tetap lanjut, sekarang kita fokus untuk mengungkap darimana para tersangka mendapatkan sabu,” tukasnya.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help