Terkait Penangkapan Wanita Mucikari dan Seorang PSK di Abdya, Begini Reaksi Ulama Dayah Inshafuddin

Tgk Yong mengingatkan Satpol PP dan WH Abdya untuk serius mengungkap tuntas kasus tersebut, termasuk siapa saja terlibat.

Terkait Penangkapan Wanita Mucikari dan Seorang PSK di Abdya, Begini Reaksi Ulama Dayah Inshafuddin
SERAMBINEWS.COM/ZAINUN YUSUF
Tgk Kamaluddin, Ketua PC Persatuan Dayah Inshafuddin Abdya. 

Laporan Zainun Yusuf | Abdya

SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Penangkapan seorang wanita yang diduga mucikari oleh Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah (Satpol PP dan WH) Aceh Barat Daya (Abdya), beberapa hari lalu mendapat reaksi banyak kalangan, termasuk ulama.

Pengurus Cabang (PC) Persatuan Dayah Inshafuddin Aceh Barat Daya (Abdya) terkejut setelah mendapat informasi penangkapan mucikari bersama seorang 'anak asuhnya'.

Wanita yang diduga mucikari tersebut adalah Ros (44), warga Simeulue. Seorang lagi yang diduga kuat sebagai pekerja seks komersil adalah DB (35).

Baca: Satpol PP Abdya Tangkap Wanita Diduga Mucikari dan PSK, Ini Jumlah Uang Booking yang Ditemukan

Ketua Harian PC Persatuan Dayah Inshafuddin Abdya, Tgk Kamaluddin kepada Serambinews.com melalui telepon, Rabu (5/8/2018) mengatakan, perbuatan maksiat dilakukan kedua wanita itu merupakan aib besar yang belum pernah terjadi di daerah itu, sehingga perbuatan keduanya benar-benar mencoreng nama baik daerah.

Ulama Dayah Inshafuddin Abdya, katanya, memberikan apresiasi kepada personel Satpol PP dan WH yang telah berhasil mengungkapkan praktik maksiat tersebut, meskipun sangat memalukan masyarakat dan daerah.

VIDEO - 8 Terpidana Dicambuk, 2 Diantaranya Kasus Prostitusi Online

Tgk Kamaluddin sering dipanggil Tgk Yong mengingatkan Satpol PP dan WH Abdya untuk serius mengungkap tuntas kasus tersebut, termasuk siapa saja terlibat.

Mucikari tersebut dapat diproses secara pidana, sedangkan wanita DB dan 'anak asuh' yang lain bisa diproses melakukan pelanggaran hukum jinayat. “Ulama Dayah Inshafuddin mendukung sepenuhnya agar kasus maksiat tersebut diusut tuntas,” kata Tgk Yong.

Tak hanya itu, ulama juga meminta Pemkab Abdya memberikan sanksi tegas terhadap losmen yang telah menyalahi izin tempat penginapan.

Germo Prostitusi Online Divonis 3 Tahun Penjara

Selanjutnya, personel Satpol PP dan WH diharapkan terus melakukan pemantauan tentang kemungkinan adanya tempat penginapan lain di Abdya yang memberikan kesempatan melakukan perbuatan maksiat.

Seperti diberitakan, Satpol PP dan WH Kabupaten Abdya menangkap seorang ‘mama’ atau mucikari, Senin malam di sebuah losmen di Kecamatan Susoh.

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, penangkapan wanita bernama Mama Ros (44) warga Simeulue itu, dilakukan oleh sejumlah anggota Satpol PP sekira pukul 23.15 WIB.

VIDEO - Temui Germo Prostitusi Online, Anggota DPR Aceh Tanya Nama Pejabat

Selain menangkap Mama Ros, Satpol PP juga berhasil menangkap DB (35) yang merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) asal Kecamatan Setia.

Dari tas pelaku, Satpol PP menemukan uang sebesar Rp 800 ribu. Uang itu diserahkan salah seorang pelanggan untuk menyewa atau memesan DB.

DB ditangkap petugas Satpol PP dan WH sebelum sempat melayani sang pelanggan.(*)

Penulis: Zainun Yusuf
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help