Bukalapak Gandeng Warung Tradisional

Bukalapak yang merupakan situs jual beli online di Indonesia mulai menggandeng warung tradisional

Bukalapak Gandeng Warung Tradisional
PEMIMPIN Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din didampingi Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali menerima kunjungan silaturahmi Public Relations Manager Bukalapak, Evi Andarini bersama rombongan, di Kantor Harian Serambi Indonesia, Aceh Besar, Kamis (6/9). 

* Untuk Jadi Mitra

BANDA ACEH - Bukalapak yang merupakan situs jual beli online di Indonesia mulai menggandeng warung tradisional ataupun konvensional untuk bergabung sebagai mitra Bukalapak. Warung digital ini sudah ada di Pulau Jawa dan beberapa di Medan, sementara di Aceh pihak Bukalapak baru menjajaki kerja sama dengan pemerintah setempat.

“Warung digital ini nantinya akan launching pada Oktober mendatang, namun sudah mulai ada di Medan dan Jawa. Tujuan utama kita menggandeng warung tradisional maupun konvensional ini untuk memberdayakan warung-warung tersebut,” kata Public Relations Manager Bukalapak, Evi Andarini dalam kunjungannya ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Banda Aceh, Kamis (6/9).

Dalam kunjungan tersebut juga dihadiri Community Manager Bukalapak, Leyana Riesca Ariesta, Public Policy and Government Relation Manager Bukalapak, Vidya Simarmata dan Luciana Dita, serta Media Relations Officer Bukalapak, Miftachur Rochman yang diterima oleh Pemimpin Perusahaan Serambi Indonesia, Mohd Din, Sekretaris Redaksi, Bukhari M Ali, Manager Iklan, Hari Teguh Patria, dan Manager Promosi, M Jafar.

Dikatakan Evi Andarini, saat ini sudah ada 250 ribu warung yang menjadi mitra Bukalapak. “Toko-toko kelontong kita berdayakan ke Bukalapak,” ujarnya. Selain jual beli online, ia menyampaikan Bukalapak juga menyediakan produk virtual seperti bayar listrik, pulsa, air, beli tiket, pesan hotel, serta produk investasi yaitu jual beli emas yang bekerja sama dengan Antam.

“Jual beli emas mulai Rp 3.000, jadi seperti menabung. Kalau sudah mencapai pada jumlah tertentu baru bisa ditarik,” sebutnya.

Sementara Community Manager Bukalapak, Leyana Riesca Ariesta menambahkan jumlah pelapak di Aceh ada sekitar 4.000 usaha kecil menengah, namun tidak aktif semuanya. Maka tujuan pihaknya ke Aceh, satu di antaranya untuk mendorong pelaku usaha kecil menengah ini untuk terus berjualan.

“Di Aceh komunitas pelapak ini sudah terbentuk dua tahun lalu, dan minggu lalu kita aktivasi ulang dengan fokusnya di Banda Aceh dulu. Kemudian nanti baru dikembangkan ke kabupaten/kota lain yang ada di Aceh,” sebutnya. Ia juga menyebutkan transaksi paling banyak dari Aceh di Bukalapak adalah makanan, kopi, serta kerajinan tangan. (una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help