Gagal Nyaleg dan Kena PAW

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin itu ungkapan yang tepat menggambarkan nasib Afrizal B SHI. Anggota DPRK Sabang

Gagal Nyaleg  dan Kena PAW
net
Ilustrasi

* Nasib Kader PKS yang Maju melalui PA

BANDA ACEH - Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Mungkin itu ungkapan yang tepat menggambarkan nasib Afrizal B SHI. Anggota DPRK Sabang ini tidaknya hanya gagal maju kedua kali sebagai calon legislatif (caleg), tetapi juga diusul pergantian antarwaktu (PAW) oleh partainya.

Afrizal gagal menjadi peserta Pemilu Legislatif 2019 setelah namanya dicoret oleh KIP. Kader PKS Sabang yang maju melalui Partai Aceh itu dicoret untuk melaksanakan putusan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Sabang setelah digugat oleh PKS.

Tidak hanya itu, Afrizal yang kini menjabat Wakil Ketua DPRK Sabang itu juga diusul pergantian antarwaktu (PAW) oleh PKS, partai yang mengantarkannya ke kursi dewan pada Pemilu 2014.

Ketua DPD PKS Sabang, Zuanda, menyampaikan bahwa surat PAW telah diajukan pihaknya ke DPRK setempatpada Kamis (6/9). Surat PAW dilayangkan setelah KIP Sabang mengeluarkan DCS perubahan dengan menghapus nama Afrizal dari daerah pemilihan (dapil) Sabang 1, Kecamatan Sukakarya.

“Kita meminta kepada pimpinan DPRK Sabang agar dapat segera menyampaikan usulan pemberhentian ini ke Gubernur Aceh melalui Wali Kota Sabang sebagaimana diperintahkan oleh undang-undang,” kata Zuanda.

Zuanda menyampaikan, Afrizal di PAW karena terbukti telah mendaftarkan diri jadi caleg Parta Aceh tanpa terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan dan mendapat izin dari PKS sebagai partai lamanya. Perbuatan itu menurut Zuanda melanggar AD/ART Partai.

“Selama ini komunikasi Afrizal tidak koperatif dan tidak meminta maaf atas kesalahannya. Secara etika, untuk maju sebagai caleg dari partai lain harus ada izin dari PKS atau mengundurkan diri. Tapi hal ini tidak ada,” ungkapnya.

Sebelumnya KIP Sabang melaksanakan putusan Panwaslih setempat yang menyatakan bakal calon legislatif (bacaleg) dari Partai Aceh, Afrizal B tidak memenuhi syarat (TMS) untuk mengikuti Pemilu 2019.

Salah satu pertimbangan Panwaslih membatalkan pencalonan Afrizal karena dia yang masih tercatat sebagai kader PKS tidak mundur dari jabatan anggota DPRK Sabang saat maju pada Pemilu 2019 melalui Partai Aceh sebagaimana diatur dalam Pasal 7 ayat 1 huruf t PKPU Nomor 20 Tahun 2018.

Atas putusan itu, KIP mencoret nama Afrizal dari DCS yang sebelumnya telah dikeluarkan oleh KIP. “Kita sudah keluarkan DCS perubahan sesuai dengan putusanPanwaslih,” kata M Yani, anggota KIP Sabang kepada Serambi, Kamis (6/9).(mas)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved