Penyandang Disabilitas Dapat Kaki dan Tangan Palsu

Dinas Sosial (Dinsos) Aceh membantu kaki dan tangan palsu untuk 100 penyandang disabilitas yang berasal 18 kabupaten/kota se-Aceh

Penyandang Disabilitas  Dapat Kaki dan Tangan Palsu
Petugas memasang kaki palsu bantuan Kementerian Sosial (Kemensos) untuk penderita disabilitas di kantor Dinas Sosial Aceh, Banda Aceh, Kamis (11/8/2016). Kementerian Sosial bersama Yayasan Surya Kebenaran Internasional dan Yayasan Kasih Tuna Daksa telah menyalurkan 1.312 unit kaki dan tangan palsu untuk penderita disabilitas di Aceh. SERAMBI/M ANSHAR 

BANDA ACEH - Dinas Sosial (Dinsos) Aceh membantu kaki dan tangan palsu untuk 100 penyandang disabilitas yang berasal 18 kabupaten/kota se-Aceh. Bekerja sama dengan Yayasan Kasih Tuna Daksa, Dinsos melakukan pengukuran kaki dan tangan palsu mulai, Kamis (6/9) hingga Jumat (8/9) di Kantor Dinsos Aceh, Banda Aceh.

Kepala Dinas Sosial Aceh, Drs Alhudri MM, melalui Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial (Rehsos), Devi Riansyah, mengatakan, tahun ini Dinsos memiliki anggaran untuk membantu kaki dan tangan palsu untuk 100 penyandang disabilitas dari 18 kabupaten/kota, sementara untuk kabupaten/kota lainnnya akan dibantu pada anggaran tahun mendatang.

“Jumlah bantuan yang ada belum mencukupi. Karenanya ke depan bantuan seperti ini akan terus kita lakukan, sehingga semua penyandang disabilitas mendapatkan kaki dan tangan palsu,” kata Devi.

Dia menuturkan, sebelum mendapatkan bantuan para calon penerima diharuskan melakukan pengukuran agar kaki dan tangan palsu yang diterima nantinya sesuai kebutuhan. Kemudian baru dibuat dan diserahkan pada yang telah melakukan pengukuran.

“Setelah semua selesai, bapak dan ibu semua harus hadir di sini kembali untuk pemasangan. Semoga kaki dan tangan palsu yang diterima dapat mempemudah aktivitas semuanya,” ujar Devi kepada para penyandang disabilitas.

Kepada para penyandang disabilitas calon penerima kaki dan tangan palsu, dia berharap agar nantinya kaki dan tangan palsu nantinya dirawat. Karena ke depan yang sudah pernah menerima tidak diperkenankan lagi untuk menerima, karena masih banyak penyandang disabilitas di Aceh yang belum mendaptkan bantuan kaki dan tangan palsu. “Di luar sana, masih banyak saudara-saudara kita yang belum mendapat bantuan seperti kita. Untuk itu harus kita gilir,” tambah Devi.

Sementara itu, Pembina Yayasan Kasih Tuna Daksa, Liliyana, mengatakan, setelah semua penyandang disabilitas calon penerima bantuan kaki dan tangan palsu melakukan pengukuran, pihaknya akan mencetaknya di Jakarta dalam tempo 6-8 minggu. Setelah itu baru dilakukan Yayasan Kasih Tuna Daksa bersama Dinas Sosial untuk melakukan pemasangan.(mun)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help