Tafakur

Hijrah Mental

Yang disebut dengan muslim sejati adalah yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya

Hijrah Mental

Oleh: Jarjani Usman

“Yang disebut dengan muslim sejati adalah yang selamat orang muslim lainnya dari lisan dan tangannya. Dan orang yang berhijrah adalah orang yang berhijrah dari perkara yang dilarang oleh Allah” (HR. Bukhari & Muslim).

Telah tak terhitung berapa banyak kata telah kita ucapkan setiap hari, minggu, tahun, dan bahkan puluhan tahun. Tak terkira berapa banyak keringat telah dikucurkan untuk bekerja. Tak terhitung juga berapa juta langkah telah diayunkan hingga saat ini. Namun adakah semua itu menyisakan kebaikan, yang mencerminkan seseorang hamba telah berhijrah.

Jangan-jangan hijrah kita masih sebatas kata pemanis pada tahun baru Islam. Kata-kata pemanis yang ditempelkan pada perayaan-perayaan, yang belum tentu mencerminkan hati kita. Padahal hati, ucapan, dan perbuatan fisik lainnya harus mencerminkan keadaan hamba yang telah berhijrah. Lalu, pada langkah ke berapakah kita akan benar-benar menjadi seseorang yang benar-benar berhijrah? Jangan sampai kematian mendahului pelaksanaan hijrah mental kita.

Kalau ditelusuri sejarah hijrah Nabi Muhammad SAW bersama sahabat-sahabatnya, akan ditemukan hijrah yang bukan hanya bersifat fisik, tetapi juga mental. Bahkan hijrah mental dalam bentuk akhlak yang baik sangat diutamakan. Hijrah mental bisa membuat seseorang hamba benar-benar menjaga lisannya dari mengucapkan hal-hal yang buruk dan menggunakan waktunya semaksimal mungkin untuk berbuat kebaikan.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved