Polisi Tangkap Napi Kabur

Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe, menciduk Yu (33), asal Syamtalira Aron, Aceh Utara, beberapa hari lalu atas

Polisi Tangkap Napi Kabur
ARI LASTA IRAWAN, Kapolres Lhokseumawe

* Tipu Warga dan Bawa Lari Emas

LHOKSEUMAWE - Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe, menciduk Yu (33), asal Syamtalira Aron, Aceh Utara, beberapa hari lalu atas dugaan penipuan dan membawa lari emas sejumlah korban. Pria itu juga ditangkap karena berstatus narapidana Lembaga Permasyarakatan (LP) Klas II Lhokseumawe.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kapolsek Banda Sakti Iptu Arief Sukmo Wibowo, menjelaskan, Yus pernah diciduk pihaknya pada awal tahun 2017 lalu. Dia ditangkap kala itu berdasarkan laporan delapan warga terkait penipuan. Modusnya, dengan menjadi oknum TNI gadungan, menipu masyarakat dengan cara mengatakan kalau komandannya membutuhkan berbagai barang. Saat korban memiliki apa yang dia minta, maka korban langsung diajak untuk bertemu dengan komandannya di Kodim. Sampai di lapangan Sudirman Lhokseumawe atau depan Kodim, maka dia menyebutkan kalau seluruh perhiasan korban harus dibuka, karena tidak boleh memakai emas jika berhadapan dengan komandan. Saat emas dibuka, maka dia langsung kabur dengan membawa emas korban.

Atas perbuatan tersebut, dia divonis 3,5 tahun dan baru bebas dari LP pada 24 Juni 2020 mendatang. Namun, pada 13 Juni 2018, Yu pun berhasil melarikan diri dari LP Klas II Lhokseumawe. Namun beberapa hari kabur dari LP, ternyata dia kembali melakukan aksi penipuan yang sama.

Laporan pertama diterima Polsek Banda Sakti pada 21 Juni 2018 dengan korban Muslem asal Samudera, Aceh Utara. Dia kehilangan lima mayam emas dan uang Rp 200 ribu. Laporan kedua, pada 5 September 2018, dengan korban Marlina asal Tanah Luas, Aceh Utara. Dia kehilangan cincin dan gelang emas dengan total harga Rp 5,5 juta. Laporan ketiga, 6 September 2018, dengan korban Wandi asal Syamtalira Aron, Aceh Utara. Dia kehilangan dua cincin emas dengan harga Rp 1,6 juta.

Menurut Kapolsek, ketiga korban tersebut juga ditipu dengan cara yang sama. Dimana tersangka yang mengaku intel Kodim sedang mencari berbagai bahan yang sedang dibutuhkan komandannya. Dia menyebut sang komandan butuh tanah untuk membangun toko, namun di lain waktu butuh daun rumbia untuk atap kandang. Saat korban menyatakan memiliki barang tersebut, langsung dibawa ke Lhokseumawe. Sampai di Lapangan Sudirman, korban diminta membuka perhiasan emasnya, karena hendak menghadap komandan. “Saat emas dibuka, korban langsung kabur membawa lari emas tersebut,” paparnya.

Menindaklanjuti ketiga laporan terbaru ini, maka pihaknya melacak keberadaan tersangka. Setelah dipastikan di kawasan Banda Sakti, maka pada 7 September 2018, pelaku ditangkap. Ikut diamankan satu unit sepeda motor, sepatu, dan sejumlah surat emas milik korban. “Kini tersangka sudah ditahan di Mapolsek untuk proses hukum lanjutan,” demikian Iptu Arief Sukmo Wibowo.(bah)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved