Darwati Maafkan Pemilik Akun Timphan Aceh

Istri Gubernur nonaktif Aceh, Darwati A Gani dengan jiwa besar memaafkan pemilik akun Facebook Timphan Aceh

Darwati Maafkan Pemilik Akun Timphan Aceh
SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Darwati A Gani berjabat tengan dengan terdakwa kasus pencemaran nama baik terhadap dirinya dalam sidang di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Kamis (13/9/2018). 

BANDA ACEH - Istri Gubernur nonaktif Aceh, Darwati A Gani dengan jiwa besar memaafkan pemilik akun Facebook Timphan Aceh, Muhammad Jumara yang juga sebagai terdakwa dalam kasus pencemaran nama baik terhadap dirinya. Permintaan maaf itu disampaikan dimuka persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Kamis (13/9).

Untuk diketahui, Darwati kemarin datang ke pengadilan untuk diperiksa sebagai saksi korban pada sidang lanjutan kasus pencemaran nama baik terhadap dirinya. Selain Darwati, juga diperiksa Zulfitri sebagai saksi. Sidang kemarin dipimpin oleh Bahtiar SH didampingi dua hakim anggota, Nani Sukmawati SH dan Cahyono SH MH.

Saat meminta minta maaf, Jumara terlihat menjabat tangan dengan Darwati. Penyampaian permohonan maaf itu terwujud setelah difasilitasi oleh majelis hakim dan disaksikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh, Dikha Savana SH dan Rizki Aprida SH, kuasa hukum terdakwa, Muhammad Zubir SH, Mukhlis Mukhtar SH dan Ruli Riski SH serta pengunjung sidang.

“Saya minta maaf karena ada kesalahan yang saya tulis,” kata Muhammad Jumara kepada Darwati sambil bersalaman. “Iya saya maafkan. Ini harus menjadi pengalaman dan semoga tidak terjadi lagi kepada orang lain,” jawab Darwati dengan tenang sambil menatap ke arah Jumara.

Sebelumnya Jumara diadukan ke polisi setelah memposting status di akun Timphan Aceh. Dia dianggap telah melakukan pencemaran nama baik karena mengait-gaitkan Darwati dengan Andre, germo prostitusi online yang ditangkap polisi di sebuah hotel pada Rabu, 21 Maret lalu, tapi kini sudah dihukum dengan tiga tahun penjara.

Dalam postingannya, Jumara memuat satu foto Darwati bersama beberapa orang yang salah satunya adalah Adre. Sebenarnya Darwati tidak mempersoalkan foto itu, tapi status yang ditulis Jumara dengan mengait-gaitkannya dengan sang germo membuat nama baiknya dicemarkan.

Kendati sudah meminta maaf, tidak lantas kasus yang dihadapi Jumara tersebut selesai, tapi tetap lanjut. “Meskipun sudah meminta maaf, namun proses hukum tetap dilanjutkan. Tapi ini menjadi pertimbangan majelis hakim nantinya,” kata hakim anggota, Nani Sukmawati SH.

Seusai sidang, Darwati menyampaikan bahwa sejak menerima panggilan pemeriksaan sebagai saksi korban di pengadilan, dia sudah berniat untuk memaafkan terdakwa. Darwati tidak ingin masalah ini terus dibesar-besarkan dan dia berharap terdakwa tidak mengulanginya lagi.

“Setelah menerima surat pemanggilan hari ini (kemarin), tadi malam, tengah malam saya sempat berfikir, sebenarnya dari awal saya berharap ada pihak keluarga mereka meminta maaf kepada saya, tapi itu tidak mereka lakukan. Dan tadi malam, walaupun tidak ada perminta maaf tapi saya dalam hati sudah meniatkan akan memaafkan dan berharap pelaku tidak melakukan lagi kesalahan yang serupa. Alhamdulillah hari ini dia bersedia meminta maaf di depan sidang. Dan saya sudah memaafkan,” katanya.

Hal yang mendorong Darwati memaafkan terdakwa karena dia tidak ingin masalah ini membesar. Dengan sikap keibuan kemudian Darwati melanjutkan, “Saya ingat dia punya seorang ibu, dan pasti akan sedih kalau nanti anaknya dihukum,” tutup Darwati.

Darwati yang diperiksa sebagai saksi korban menyampaikan bahwa dirinya tidak keberatan dengan postingan foto dirinya dengan pria yang belakangan diketahui seorang germo prostitusi. Tapi yang dia merasa dirugikan dengan status atau konten yang mengait-gaitkan dirinya dengan germo tadi.

“Sebenarnya fotonya biasa saja. Tidak ada berlebihan. Tapi yang membuat tidak enak ada bahasa yang tidak enak,” katanya.

Menurut Darwati, bahasa dalam status akun Timphan Aceh sangat vulgar dan semuanya mengarahkan kepada dirinya. “Tentu saya sangat dirugikan dengan facebook itu. Saya tidak tahu darimana pelaku mengambil foto saya. Saya selaku publik figur memang rame yang meminta foto dengan saya,” jelasnya di depan majelis hakim.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved