25 Mahasiswa Aceh Studi ke Cina

Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh pada tahun 2018 mengirim 25 mahasiswa Aceh untuk studi di Cina

25 Mahasiswa Aceh  Studi ke Cina
ABDUL RANI USMAN, Direktur BKPBM Aceh

BANDA ACEH - Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Mandarin (BKPBM) Aceh pada tahun 2018 mengirim 25 mahasiswa Aceh untuk studi di Cina. Mereka yang mengambil pendidikan S1, S2, dan S3 di negeri ‘tirai bambu’ itu sudah diberangkatkan sejak 19 Agustus-11 September 2018. Jumlah tersebut jauh meningkat dibanding tahun 2017, dimana Aceh hanya mengirim 17 mahasiswa.

Hal itu diungkapkan Direktur BKPBM Aceh, Dr Abdul Rani Usman Msi kepada Serambi, Jumat (14/9). Dengan bertambahnya 25 mahasiswa baru itu, kata Rani, maka saat ini ada 85 mahasiswa Aceh yang sedang studi di Cina. “25 mahasiswa asal Aceh ini belajar di berbagai universitas di sana, dua di antaranya mengambil studi bahasa Mandarin,” ujarnya.

Selain itu, kata Dr Rani, ada lima mahasiswa di Chang Chun University untuk S1, satu di Huazhong University of Science and Technology, satu di Zhejiang Normal University dengan studi Teknik Lingkungan, satu di Psikologi Kesehatan, satu prodi Linguistik, 3 program doktor komunikasi, serta lainnya. “Aceh harus mempersiapkan sumber daya manusia guna menghadapi persaingan global. Karena kekuatan Asia saat ini dimotori Cina,” jelasnya.

Untuk itu, lanjut Rani, pihaknya berharap pemerintah Aceh mendukung program pemuda Aceh studi ke luar negeri terutama ke Cina. Karena jika pemerintah mendukung dana penuh, maka BKPBM Aceh bisa fokus melatih pemuda untuk menguasai bahasa Mandarin. “Kami juga akan menggelar Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK), atau ujian kemahiran berbahasa Mandarin bagi penutur asing,” kata dia.

Sebagaimana diketahui, setiap calon mahasiswa yang akan kuliah ke Cina harus mampu berbahasa Mandarin dasar. Pembelajaran bahasa itu akan dilanjutkan di masing-masing kampus selama satu semester. “Karena seluruh proses belajar mengajar di sana menggunakan bahasa Mandarin,” timpalnya.

Rani menambahkan, saat ini pihaknya juga sedang mempersiapkan para siswa dan mahasiswa Aceh untuk mengikuti perlombaan bahasa Mandirin, Chinese Bridge. Even hasil kerja sama BKPBM Jakarta dengan Kedutaan Tiongkok di Jakarta itu rencananya akan digelar pada Mei 2019 mendatang.

Buka Prodi Mandarin Tahun 2021
Pada bagian lain, Direktur BKPBM Aceh, Dr Abdul Rani Usman mengatakan, meningkatnya jumlah mahasiswa Aceh yang studi di Cina tiap tahun menjadi keuntungan tersendiri bagi provinsi ini. Bahkan kata Rani, Aceh berpeluang besar untuk membuka program studi (Prodi) Bahasa Mandarin di tingkat universitas pada tahun 2021.

“Aceh saat ini sudah memiliki 10 lulusan dari berbagai disiplin ilmu di universitas Cina. Mereka kini sudah kembali dan mengabdi di sejumlah perguruan tinggi di Aceh,” katanya. Ditambahkan, BKPBM Aceh mengharapkan dukungan dari berbagai pihak untuk keberlangsungan program mahasiswa Aceh ke Cina.(fit)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved