Kios Duafa dan Mega Los Seldok Ditelantarkan, Ini Permintaan Dewan Kepada Bupati Aceh Tenggara

Saat ini fasilitas-fasilitas di kios duafa ini perlu dibenahi, apakah MCK, mussola, lampu listrik dan kebutuhan lainnya

Kios Duafa dan Mega Los Seldok Ditelantarkan, Ini Permintaan Dewan Kepada Bupati Aceh Tenggara
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Sebanyak 280 pintu kios duafa dan 368 lapak dagang yang telah dibangun di Desa Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, pada tahun 2015 dan dibagikan kepada para pedagang pada Agustus 2016 yang lalu masih belum ditempati hingga Minggu (16/9/2018). 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara 

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE -  Anggota DPRK Aceh Tenggara, Supian Sekedang, meminta kepada Bupati Agara, Raidin Pinim segera fungsikan kios duafa yang ditelantarkan bertahun-tahun di Desa Mbacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan dan mega los seldok, Kecamatan Ketambe.

"Kios duafa itu harus secepatnya difungsikan. Ini tidak bisa dibiarkan terlalu lama dan ini akan merugikan rakyat, apalagi bangunan kios dhuafa papan, plafon dan seng hilang dan ditumbuhi semak belukar akibat ditelantarkan,"ujar Supian Sekedang kepada Serambinews.com, Minggu (16/9/2018).

Bagaimana ke depan bangunan ini bisa difungsikan masyarakat, sehingga perputaran perekonomian masyarakat di daerah itu dapat terwujud.

Baca: Bangunan Mega Los Seldok, Aceh Tenggara belum Difungsikan Untuk Pasar, Kondisinya Mulai Rusak

Inilah bangunan mega los begitu megah yang dibangun tahun 2016 di Seldok, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara ditelantarkan alias tidak difungsikan. Akibatnya, bangunan tersebut mulai rusak seperti MCK, instalasi listrik, pintu kios, dan plafon. Bangunan tersebut dibangun mulai Disperindag Agara, Minggu (9/9/2018).
Inilah bangunan mega los begitu megah yang dibangun tahun 2016 di Seldok, Kecamatan Ketambe, Aceh Tenggara ditelantarkan alias tidak difungsikan. Akibatnya, bangunan tersebut mulai rusak seperti MCK, instalasi listrik, pintu kios, dan plafon. Bangunan tersebut dibangun mulai Disperindag Agara, Minggu (9/9/2018). (SERAMBINEWS.COM/ ASNAWI LUWI)

Saat ini fasilitas-fasilitas di kios duafa ini perlu dibenahi, apakah MCK, mussola, lampu listrik dan kebutuhan lainnya.

Pemkab Agara usulkan anggaran untuk kebutuhan di pasar kios duafa itu.

Bangunan kios duafa tersebut dapat berfungsi dengan baik dan bermanfaat bagi pedagang dan masyarakat di daerah itu, begitu juga dengan mega los di daerah Seldok, Kecamatan Ketambe.

Baca: Aceh Tenggara Buka Lowongan CPNS 2018, Ini Formasi yang Dibutuhkan

Seperti diberitakan sebelumnya, Sebanyak 280 pintu kios dan 368 lapak dagang yang telah dibangun pada tahun 2015 dan dibagikan kepada para pedagang pada Agustus 2016 yang lalu masih belum ditempati hingga Minggu (16/9/2018).

Sebagian bahan bangunan kios duafa sudah hilang, seperti seng, kosen dan lainnya, serta rerumputan tumbuh subur.

Mudahnya hilang material bangunan di daerah itu akibat kurangnya keamanan.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved