Pengejaran Berawal setelah Pemberondongan di Geumata

JOHANSYAH mulai diburu oleh Polres Aceh Utara setelah terjadi pemberondongan rumah milik Ahmad Budiman

Pengejaran Berawal setelah Pemberondongan di Geumata
Senpi AK-56 bersama satu magasin dan 12 butir amunisi milik Johansyah ke Mapolres Aceh Utara 

JOHANSYAH mulai diburu oleh Polres Aceh Utara setelah terjadi pemberondongan rumah milik Ahmad Budiman (71), warga Desa Geumata, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara dengan senjata api laras panjang jenis AK-56 pada 13 April 2018. Rumah itu diberondong oleh dua warga Kecamatan Samudera, Aceh Utara, yaitu Muksalmina (28), dan Reza (22).

Ternyata senpi yang digunakan oleh kedua pria tersebut milik Johansyah. Itu diketahui berdasarkan pengakuan Muksalmina dan Reza yang tertangkap pada 19 Juli 2018.

Maksalmina dan Reza memberondong rumah Ahmad Budiman karena Ulul Azmi (32), menantu Ahmad Budiman tidak membayar utang sabu-sabu Rp 50 juta pada KD, teman dari Muksalmina dan Reza.

Sebelumnya, pada 20 April 2018, Tim Polda Aceh dari Jatanras bersama tim Polres Aceh Timur dan Polres Aceh Utara menyita sepucuk senpi jenis AK-56 bersama sabu-sabu tujuh paket besar dan paket kecil di kawasan Desa Blang Bitra.

Pada 19 Agustus 2018, Polres Aceh Utara terlibat kontak tembak di kawasan Desa Blang Bitra dengan Johansyah. Setelah kontak tembak tembak sekitar 15 menit itu, Johansyah berhasil kabur hingga akhirnya masuk dalam DPO Polres Aceh Utara dan Aceh Timur.

Polisi terus mengintensifkan pengejaran. Akhirnya pada Sabtu (15/9) dini hari, Johansyah diringkus di sebuah swalayan kawasan Medan Denai, Sumatera Utara. Selanjutnya, Johansyah dibawa ke rumah orangtuanya di Desa Blang Bitra, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur untuk menunjukkan lokasi penyembunyian senjata.

Sesampai di rumah orang tuanya sekitar pukul 11.00 WIB, Sabtu (15/9), Johansyah menunjukkan lokasi penyembunyian senpi AK-56 bersama satu magasin dan 12 butir amunisi. Ketika petugas sedang mengamankan barang bukti, Johansyah mencoba kabur dengan cara meloncat dari jendela. Petugas terpaksa melepaskan tembakan peringatan ke udara namun tak diindahkan hingga akhirnya dilumpuhkan. Johansyah sempat dilarikan ke Puskesmas Lhoksukon namun tim medis menyatakan Johansyah sudah meninggal.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help