Harga Emas

Harga Emas di Banda Aceh Terus Menggila, 2 September 2025 Dijual Segini Per Mayam, Dekati Rekor?

Berdasarkan pantauan, harga emas hari ini di Banda Aceh dijual Rp 5.950.000 per mayam, naik Rp 20.000 dibandingkan sehari sebelumnya. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Serambi Indonesia
Harga emas per mayam hari ini di Banda Aceh terus menggila alias naik secara bertubi-tubi, Selasa (2/9/2025).  

Harga Emas di Banda Aceh Terus Menggila, 2 September 2025 Dijual Segini Per Mayam, Dekati Rekor?

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Harga emas per mayam hari ini di Banda Aceh terus menggila alias naik secara bertubi-tubi, Selasa (2/9/2025). 

Berdasarkan pantauan, harga emas hari ini di Banda Aceh dijual Rp 5.950.000 per mayam, naik Rp 20.000 dibandingkan sehari sebelumnya. 

Angka ini kian mendekati rekor tertinggi sepanjang sejarah yang tercatat pada 21 April 2025 lalu sebesar Rp 6.300.000 per mayam.

Kenaikan harga emas ini sudah terlihat sejak 26 Agustus 2025.

Dalam sepekan terakhir, harga emas di Banda Aceh sudah melonjak Rp 230.000.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini 2 September 2025: Masih di Atas Rp2 Juta atau Turun Lagi? Ini Rinciannya

Meski belum menyentuh rekor tertingginya, posisi harga saat ini menjadi salah satu yang tertinggi dalam beberapa bulan terakhir. 

Lonjakan harga emas diperkirakan masih akan berlanjut, seiring kondisi global yang tidak stabil.

Informasi dari Toko Emas Al-Fath di Pasar Ulee Kareng, Banda Aceh, menyebutkan bahwa harga emas hari ini dijual naik Rp 20.000 menjadi Rp 5.950.000 per mayam.

Harga emas tersebut belum termasuk ongkos pembuatan. 

Adapun ongkos pembuatan berkisar Rp 100 Ribu hingga Rp 150 ribu, atau tergantung kerumitannya.

“Harga emas hari ini di Toko Emas Al-Fath Rp 5.950.000 per mayam, belum termasuk ongkos. Naik lagi. Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu,” demikian keterangan dari pihak Toko Emas Al-Fath.

Waktunya Jual?

Bagi pemilik emas, momen sekarang dianggap cukup menguntungkan untuk menjual. 

Harga yang sudah tinggi memberi kesempatan memperoleh keuntungan cepat, apalagi bagi mereka yang membutuhkan dana segar.

Sebaliknya, bagi calon pembeli, kondisi ini dinilai kurang ideal untuk jangka pendek karena harga berada di titik puncak dan berisiko turun sewaktu-waktu. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved