Banyak Pengendara Terperosok dan Jatuh Akibat Lubang di Jalan Nasional Agara-Sumut

Menurut warga, kerusakan jalan itu sudah lama terjadi. Namun belakangan ini, kerusakannya makin parah.

Banyak Pengendara Terperosok dan Jatuh Akibat Lubang di Jalan Nasional Agara-Sumut
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Lubang-lubang di jalan nasional kawasan Desa Bukit Merdeka, Kecamatan Lawe Sigala-gala, yang menghubungkan Aceh Tenggara dan Sumatera Utara, sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas. Foto direkam, Kamis (27/9/2018). 

Laporan Asnawi Luwi, Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Jejaran lubang di Jalan Nasional kawasan Desa Bukit Merdeka, Kecamatan Lawe Sigala-gala, yang menghubungkan Aceh Tenggara dan Sumatera Utara, sering menimbulkan kecelakaan lalu lintas.

Selain di Desa Bukit Merdeka, kerusakan jalan juga terlihat di Desa Lawe Tua, Lawe Pekhijinen, Lawe Petanduk, Menurut warga, kerusakan jalan itu sudah lama terjadi. Namun belakangan ini, kerusakannya makin parah,Batu Dua Ratus, Lawe Beringin Gayo, Kuta Tengah, Kayu Mbelin dan sejumlah titik lainnya.

Menurut warga, kerusakan jalan itu sudah lama terjadi. Namun belakangan ini, kerusakannya makin parah, terutama di kawasan Bukit Merdeka.

"Di lubang itu sering sekali terjatuh pengendara sepeda motor. Lubangnya besar dan tertutup air yang melimpah dari saluran parit yang sumbat," kata Ucok, warga Bukit Merdeka kepada Serambinews.com, Kamis (27/9/2018).

CPNS 2018 - Situs Sscn.bkn.go.id Lemot? BKN Buka Rahasia, Ini Waktu dan Cara Agar Mudah Mendaftar

CPNS 2018 - Pendaftaran Resmi Dibuka Hari Ini, Pastikan 10 Syarat Ini Terpenuhi

CPNS 2018 - Ini Kelas Jabatan dan Tunjangan Kinerja Tiap Jabatan, Pendaftaran di sscn.bkn.go.id

Seharusnya, menurut Ucok, parit itu digali dan kemudian jalan berlubang itu dipacing. Jika parit itu tidak digali, air akan terus melimpah ke jalan dan kerusakan jalan semakin parah dan meluas.

Buktinya, sudah ada 10 titik lubang di jalan tersebut.

Hal lain dikatakan Hendrik. Menurut dia, selama ini jalan nasional di daerah itu kurang pengawasan dan perhatian dari pihak BPJN Wilayah I.

Masyarakat sesukahati hati mengali atau membelah jalan untuk memasang pipa air. "Ini tidak bisa dibiarkan, bila perlu BPJN Wilayah I layangkan surat kepada Pemkab Agara dan tembusan ke masing-masing Muspika," katanya.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved