30 Truk Menumpuk di Pelabuhan Samatiga

Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang, Minggu (30/9) kembali gagal sandar di Pelabuhan Penyeberangan

30 Truk Menumpuk di Pelabuhan Samatiga
Serambi/Rizwan
KMP Teluk Sinabang ketika berlabuh di Pelabuhan Samatiga 

* Lambung Feri Sobek

MEULABOH - Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Teluk Sinabang, Minggu (30/9) kembali gagal sandar di Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat. Akibatnya, feri tersebut terpaksa berlayar kembali ke Sinabang, ibu kota Simeulue, dalam keadaan kosong, tanpa penumpang karena sudah dua hari gagal sandar.

Dampak dari gagalnya feri tersebut sandar menyebabkan 30 truk tidak terangkut ke Sinabang. Hingga Senin (1/10) truk masih menumpuk di Pelabuhan Samatiga.

Informasi yang diperoleh Serambi kemarin, upaya sandar KMP Teluk Sinabang sudah dilakukan pada Minggu pukul 07.30 WIB. Namun, karena kapal yang sudah mendekati dermaga itu dilambung ombak sehingga menghantam dermaga dan tali tambangnya putus. Bahkan pintu atau rampdoor kapal pada bagian depan ikut rusak disebabkan tingginya alur/gelombang laut di dermaga itu.

Keadaan yang demikian tentu saja mengancam kapal dan keselamatan penumpang sehingga pihak Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) selaku pengelola kapal memutuskan untuk memberangkatkan kembali feri tersebut ke Sinabang meski dalam kosong.

Kepala ASDP Perwakilan Meulaboh, Desrizal Marbeth yang ditanyai Serambi kemarin mengatakan, pihak ASDP selaku pengelola kapal sudah berusaha mendekat ke pelabuhan. Tetapi tidak berhasil karena gelombang di dermaga yang tinggi sehingga kapal menghantam dermaga dan talinya putus. “Upaya sudah dilakukan, tapi tidak berhasil,” katanya.

Desrizal mengatakan, sejak dioperasikannya pelabuhan penyeberangan di Samatiga, kasus gagal sandar sudah beberapa kali terjadi. Beberapa waktu lalu kapal dari Sinabang ke Meulaboh yang mengangkut penumpang juga tak bisa sandar sehingga terpaksa bersandar ke Pelabuhan Haji Aceh Selatan dengan menambah jam pelayaran. Padahal, kapal sudah berada di dekat dermaga Samatiga untuk sandar, tetapi gelombang laut tinggi di dermaga.

Pihak ASDP, kata Desrizal, menyampaikan permintaan maaf kepada calon penumpang terkait peristiwa seperti ini yang masih saja terjadi di Pelabuhan Samatiga karena tingginya ombak di dermaga. Sedangkan pelayaran di tengah laut dalam beberapa pekan ini tidak ada gangguan. “Cuma yang terganggu ya di dermaga saja, karena ombak yang tinggi ketika kapal bersandar sehingga tali kapal sering putus dan kapal ikut rusak,” katanya.

Seperti diketahui, Pelabuhan Penyeberangan Meulaboh di Samatiga, Aceh Barat, mulai dioperasionalkan pada Agustus 2016. Pelabuhan yang dibangun dengan dana pusat dan dibantu Pemerintah Aceh dan Pemkab Aceh Barat itu merupakan pelabuhan pengganti yang hancur akibat gempa dan tsunami tahun 2004 yang dulunya berada di Suak Indrapuri, Kecamatan Johan Pahlawan, Aceh Barat.

Dari Sinabang dilaporkan, PT Angkutan Sungai, Danau dan Perairan (ASDP) membatalkan keberangkatan KMP Teluk Sinabang dari Simeulue ke Labuhanhaji, Senin (1/10). Pembatalan itu dikarenakan adanya perbaikan pada bagian lambung dan rampdoor kapal.

“Ada sobek sedikit di lambung kapal dan bagian rampdoor -nya juga. Saat ini sedang diperbaiki,” ujar Supervisor ASDP Perwakilan Simeulue, Antoni, kepada Serambi di Sinabang.

Menurut Antoni, kerusakan itu disebabkan kuatnya benturan saat kapal sandar di dermaga Samatiga, Aceh Barat. “Kalau kapal hendak sandar saat gelombang tinggi ya benturannya kuat sekali. Untuk alasan keselamatan, langsung kita lakukan perbaikan saat kapal tiba di Simeulue,” kata Supervisor ASDP Perwakilan Simeulue.

Untuk jadwal keberangkatan, lanjutnya, pihak ASDP akan mengumumkan kembali kepada pengguna jasa pelayaran di wilayah kepulauan itu. “Kalau perbaikan sudah selesai, secepatnya jadwal pelayaran kita umumkan,” demikian Antoni. (riz/sm)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved