Tafakur

Orientasi Akhirat

Sesungguhnya Allah tidak menzalimi kebaikan seorang mukmin, ganjarannya diberikan di dunia dan dibalas

Orientasi Akhirat

Oleh: Jarjani Usman

“Sesungguhnya Allah tidak menzalimi kebaikan seorang mukmin, ganjarannya diberikan di dunia dan dibalas di akhirat. Adapun orang kafir, semua kebaikan-kebaikannya diberikan balasannya di dunia sehingga apabila di akhirat tidak ada lagi balasan kebaikan yang akan diberikan kepadanya” (HR. Ahmad).

Kalau mau diakui, tak sedikit di antara kita yang hanyut dalam arus kesibukan dengan pekerjaan setiap hari, tanpa mau memikirkan orientasinya. Akibatnya, bekerja menjadi semacam rutinitas saja sepanjang hayat, sebagaimana siang berganti malam, yang selanjutnya siang lagi dan malam lagi. Padahal seorang Muslim tidak sekedar bekerja, tetapi menyadari arah segala aktivitas tersebut agar berorientasi akhirat.

Hidup yang berorientasi akhirat akan membuat kita tenang, mudah, produktif dan mengarah dalam bekerja. Sebab, setiap mau memulai bekerja, akan dimulai dengan menyandarkan diri kepada Allah, dengan niat yang benar. Selanjutnya bekerja sesuai yang diniatkan, sehingga akan menghindari diri dari melakukan hal-hal yang tak terpuji. Kerja yang demikian akan produktif, karena akan memastikan apa produk yang dihasilkan setiap hari. Produk dalam Islam tentunya bukan hanya produk yang terlihat seperti selesainya sejumlah pekerjaan, tetapi juga yang tak terlihat dalam bentuk pahala dari Allah.

Dengan kata lain, sambil bekerja untuk kebutuhan harian, bekal untuk akhiratpun diraih. Dengan cara demikian, akan menjawab apa yang Allah perintahkan, yaitu mempersiapkan bekal untuk hasri esok (akhirat).

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved