Senin, 20 April 2026

Pasien RS Kasih Ibu Panik

Pasien, keluarga pasien, dan petugas medis Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu dilanda kepanikan saat dua unit rumah

Editor: bakri
SUASANA kepanikan di Rumah Sakit Kasih Ibu Lhokseumawe saat terjadi kebakaran dua rumah di samping rumah sakit tersebut, Rabu (17/10) 

* Takut Terkena Imbas Kebakaran Rumah
* Sempat Dievakuasi ke Luar Gedung

LHOKSEUMAWE - Pasien, keluarga pasien, dan petugas medis Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu dilanda kepanikan saat dua unit rumah semipermanen yang berloksi di Desa Kuta Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, tepatnya berada di samping belakang rumah sakit tersebut, terbakar pada Rabu (17/10) pagi sekitar pukul 08.10 WIB. Bahkan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, para pasien sempat dievakuasi ke luar gedung.

Musibah yang terjadi di pagi hari itu memang tidak memakan korban jiwa. Namun begitu, dua keluarga penghuni rumah tersebut yakni, Farizal (43) bersama lima anggota keluarganya serta Bakhtiar (47) juga beserta lima keluarga dia, terpaksa harus mengungsi. Ekses lainnya, kebakaran itu juga berimbas dengan rusaknya sejumlah aset RS Kasih Ibu. Di antaranya, sejumlah kaca jendela bagian belakang lantai dua dan lantai tiga rumah sakit itu pecah berantakan, serta wayer bersama panel listrik ikut rusak.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Serambi, kemarin, saat kejadian itu, kedua rumah tersebut dalam kondisi kosong. Api diduga tiba-tiba muncul dari bagian belakang rumah yang dihuni Farizal. Karena tak ada penghuni, jadi ‘si jago merah’ pun terus membesar tanpa terkendali. Asap hitam sempat membumbung tinggi, sehingga warga sekitar ada yang mengira kalau kebakaran terjadi di RS Kasih Ibu.

Dugaan ini makin menguat ketika warga melihat para pasien, dan keluarganya, serta petugas medis, berhamburan lari ke luar dari rumah sakit. Terlihat juga beberapa ranjang yang ada pasiennya dibawa lari menjauh dari gedung. Pasien dan keluarganya yang dievakuasi dari rumah sakit, sebagian ada yang memilih duduk di trotoar jalan, sehingga menyebabkan kondisi lalu lintas menjadi macet.

Tidak lama kemudian, sejumlah pemadam kebakaran dari Pemko Lhokseumawe, PT PAG, Pemkab Aceh Utara, dan PT PIM, tiba di lokasi dan langsung berupaya menjinakkan ‘si jago merah’. Begitu juga dengan petugas kepolisian yang turun ke jalan untuk mengatur lalu lintas guna menghindari terjadinya kemacetan total. Sekitar 30 menit kemudian, api pun berhasil dipadamkan, dan pasien yang sempat dievakuasi ke luar gedung, berangsur-angsur kembali ke rumah sakit.

Direktur RS Kasih Ibu, dr Akhyar menjelaskan, saat terjadi kebakaran, pihaknya memang sempat dilanda kepanikan dan melakukan evakuasi terhadap seluruh pasien. Bahkan, bebernya, dua pasien yang hendak dilakukan tindakan operasi bagian rahim, terpaksa harus ditunda.

Namun begitu, ucap Akhyar, suasana panik itu tak berlangsung lama. Sebab, sekitar 30 menit kemudian, kebakaran bisa dipadamkan sehingga pasien yang sempat dievakuasi keluar, dimasukkan kembali ke dalam gedung. Termasuk juga, proses operasi bagi dua pasien yang sempat tertunda pun, langsung dilakukan kembali. “Saat pasien panik, ada yang sempat langsung pulang ke rumahnya, dan ada juga yang lari ke rumah sakit lain. Tapi, dengan menggunakan ambulans rumah sakit kita, para pasien tersebut sudah dijemput kembali,” jelasnya.

Ekses dari kebakaran, ucap dr Akhyar, sempat merusak sejumlah aset rumah sakit, seperti kaca jendela, panel, dan wayer listrik. “Kerugian rumah sakit, kita perkirakan sekitar Rp 50 juta lebih. Alhamdulillah, pasokan arus listrik yang sempat terkendala di gedung belakang, telah berhasil dinormalkan kembali oleh petugas PLN,” demikian dr Akhyar.

Sementara itu, Ketua Tagana Lhokseumawe, Samsul Bahri menyebutkan, pihaknya sudah melakukan pendataan terhadap korban kebakaran. Sebut dia, tidak ada yang terluka dalam insiden kebakaran itu, karena kedua rumah dalam kondisi kosong. “Berdasarkan data yang kita himpun, api awalnya muncul di bagian belakang rumah Farizal, diduga kuat akibat korsleting listrik,” ujarnya.

Menurut Samsul, sesuai keterangan yang diterimanya dari pihak korban, untuk sementara mereka akan mengungsi ke rumah familinya. “Untuk bantuan masa panik, sudah kita salurkan. Bantuan diserahkan langsung Sekdako Lhokseumawe, Dr Bukhari AKS MM,” pungkasnya.(bah)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved