GAMIFest Jadi Kegiatan Tahunan, Tahun 2019 Dibuka di Gayo Lues dan Ditutup di Bener Meriah

Asdep Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari menyebutkan kawasan Gayo Alas memiliki potensi budaya dan alam.

GAMIFest Jadi Kegiatan Tahunan, Tahun 2019 Dibuka di Gayo Lues dan Ditutup di Bener Meriah
ist
Rapat koordinasi GAMIFest di Kemenko PMK Jakarta, Selasa (16/10/2018). 

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Gayo Alas Mountain Internasional Festival (GAMIFest) ditetapkan sebagai kegiatan tahunan. Penyelenggaraan GAMIFest 2019 dibuka di Gayo Lues dan penutupan di Bener Meriah.

Demikian antara lain hasil rapat koordinasi GAMIFest di Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), di Jakarta, Selasa (16/10/2018) lalu.

Hadir dalam pertemuan itu Kepala Bappeda Aceh, Azhari, Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar, Wakil Bupati Aceh Tenggara Bukhari, Asisten II Pemkab Gayo Lues.

Hanya perwakilan Bener Meriah yang tidak hadir dalam pertemuan.

Rapat dibuka Deputi V Kemenko PMK, I Nyoman Shuida, dan Asisten Deputi Warisan Budaya Pamuji Lestari.

Baca: Kepala Bappeda Sebut GAMIFest Salah Satu Pendongkrak Pertumbuhan Ekonomi Aceh

Pertemuan itu juga dihadiri pejabat dari kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko PMK.

Selanjutnya penyelenggaraan GAMIFest 2020 dibuka di Bener Meriah dan ditutup di Aceh Tenggara, dan GAMifest 2021 dibuka di Aceh Tenggara ditutup di Aceh Tengah.

Asdep Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari menyebutkan kawasan Gayo Alas memiliki potensi budaya dan alam.

"Di kawasan itu terdapat warisan dunia, yaitu Tari Saman warisan budaya dunia tak benda, Taman Nasional Gunung Leuser, sebagai paru-paru dunia, dan kopi gayo yang sudah mendunia," ujar Pamuji Lestari yang akrab disapa Bu Tari.

Halaman
12
Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved