GAMIFest Jadi Kegiatan Tahunan, Tahun 2019 Dibuka di Gayo Lues dan Ditutup di Bener Meriah

Asdep Warisan Budaya Kemenko PMK Pamuji Lestari menyebutkan kawasan Gayo Alas memiliki potensi budaya dan alam.

GAMIFest Jadi Kegiatan Tahunan, Tahun 2019 Dibuka di Gayo Lues dan Ditutup di Bener Meriah
ist
Rapat koordinasi GAMIFest di Kemenko PMK Jakarta, Selasa (16/10/2018). 

Disebutkan seluruh potensi kawasan Gayo Alas harus mampu dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat kawasan.

Kepala Bappeda Aceh, Azhari, menyatakan Pemerintah Aceh membeei dukungan penuh bagi program GAMIFest, dan ia menyatakan pendekatan budaya sebagai pintu masuk pengembangan kawasan, salah satu model yang termasuk baru.

"Pendekatan budaya dan melibatkan masyarakat untuk menuju pembangunan kawasan, sesuatu yang baru," ujar Azhari.

Ia juga menyebutkan pertumbuhan ekonomi Aceh tahun ini mencapai 5,7 persen, salah satu faktor pendongkraknya adalah kegiatan seni budaya di berbagai kabupaten di Aceh, seperti Gayo Alas Mointain Internasional Festival (GAMIFest).

Baca: Pakaian dari Kopi dan Kertas di Pawai GAMIFest

Bupati Aceh Tengah Shabela Abubakar meminta seluruh kementerian dan lembaga di Pusat untuk mencurahkan perhatiannya bagi pembangunan kawasan Gayo Alas.

"Kawasan ini membutuhkan dotongan agar mempercepat pembangunan kawasan," katanya.

Wakil Bupati Aceh Tengah, Bukhari, mengatakan, banyak potensi alam dan budaya kawasan yang belum tergarap karena keterbatasan anggaran.

Ia menyebutkan sejumlah potensi alam Aceh Tenggara, seperti Sungai Alas dan Taman Nasional Gunung Leuser.

"Tapi belum bisa sepenuhnya memberi manfaat ekonomi, kepada masyarakat, dibutuhkan berbagai langkah dan dukungan," ujarnya. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved