KKP Periksa Kesehatan Pengungsi Rohingya

Sejumlah petugas dari kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lhokseumawe, Jumat (19/10), turun ke Kompleks SKB

KKP Periksa Kesehatan Pengungsi Rohingya
BUPATI Bireuen, H Saifannur mendampingi Deputi Bidkoor Kamtibmas Kemenko Polhukam RI, Brigjen Pol Drs Chairul Anwar meninjau 79 pengungsi Rohingya di Kompleks SKB Cot Gapu, Bireuen, Kamis (3/5). 

BIREUEN - Sejumlah petugas dari kantor Karantina Kesehatan Pelabuhan (KKP) Lhokseumawe, Jumat (19/10), turun ke Kompleks SKB Bireuen untuk memeriksa kesehatan para pengungsi etnis Rohingya yang ditampung di tempat tersebut.

Pemeriksaan kesehatan itu, kata Kasi Pengendalian Risiko Lingkungan KKP Lhokseumawe, Amir Hasan, bertujuan sebagai langkah pencegahan masuknya penyakit menular ke Tanah Air. Pengungsi sebagai warga negara asing (WNA), jelasnya, wajib diperiksa kesehatan, termasuk juga anak buah kapal (ABK) yang masuk ke wilayah Lhokseumawe. “Yang masuk melalui Pelabuhan Lhokseumawe dan lainnya di wilayah hukum KKP Lhokseumawe, wajib diperiksa kesehatannya, termasuk etnis Rohingnya,” ujarnya.

Pemeriksaan itu dilakukan 10 petugas dari KKP Lhokseumawe dan didampingi tim medis dari Dinkes Bireuen. Petugas mengambil sampel darah untuk diperiksa di laboratorium kesehatan guna memastikan ada tidaknya penyakit menular. “Setiap orang yang diperiksa diambil sampel darahnya dan hasil pemeriksaan nanti akan disampaikan ke Dinkes Bireuen,” ucapnya.

Amatan Serambi, petugas memanggil satu persatu pengungsi Rohingya untuk diambil sampel darahnya. Menurut Ruslan Abdul Gani, tim relawan di SKB Bireuen, selama ini masalah kesehatan ditangani tim dari Dinkes Bireuen dan hasil amatan dan laporan mereka, para pengungsi dalam kondisi sehat.

“Pada waktu tertentu memang ada yang sakit seperti influenza dan penyakit ringan lainnya, sehingga ditangani langsung di pos pelayanan kesehatan. Apabila memerlukan rujukan, dibawa ke RSUD Bireuen dan didampingi petugas sosial. Setelah diperiksa dan diberi obat, mereka dikembalikan ke SKB,” tukasnya.(yus)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved