Tahapan Proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Masih Berlanjut

Tahapan pelaksanaan penyiapan lahan untuk proyek jalan tol Aceh, khususnya ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,2 km

Tahapan Proyek Jalan Tol Banda Aceh-Sigli Masih Berlanjut
Jalan Tol Sigli - Banda Aceh 

* 117 Persil Tanah akan Dibayar

BANDA ACEH - Tahapan pelaksanaan penyiapan lahan untuk proyek jalan tol Aceh, khususnya ruas Banda Aceh-Sigli sepanjang 74,2 km, sampai kini masih terus berlanjut.

“Kemajuan tahapan penyiapan lahannya sudah ada. Dari hasil review yang dilakukan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terhadap 204 persil tanah masyarakat yang hendak dibebaskan, di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar, sebanyak 117 bidang tanah dinilai sudah eligible (memenuhi syarat) untuk dibayarkan dana pembebasan tanahnya oleh Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN),” kata Kasatker Pembebasan Tanah Jalan Tol Aceh, Alvi, kepada Serambi di Banda Aceh, Minggu (21/10).

Alvi dimintai penjelasannya menanggapi pernyataan Ketua Dewan Pimpinan daerah (DPD) Barisan Relawan Jalan Perubahan (Bara JP) Aceh, Dr M Adli Abdullah MCL yang menyatakan, enam proyek strategis nasional (PSN) di Aceh, termasuk proyek jalan tol, terancam dicoret dalam daftar PSN, karena dinilai masih dalam tahap penyiapan.

Alvi menjelaskan, sebanyak 117 bidang tanah masyarakat di Kecamatan Blang Bintang, Aceh Besar yang telah dinilai BPKP eligible untuk bisa dibayar pembebasannya, prosesnya akan diajukan ke LMAN untuk usulan pembayaran, sesuai dengan nilai yang telah ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP).

Sedangkan 87 persil lagi yang dinilai belum eligible oleh BPKP Perwakilan Aceh, karena dokumen pendudukung tanah yang hendak dibayar belum lengkap, menurut Alvi, pihaknya terlebih dahulu harus melengkapi dokumen pendukungnya. Setelah dilengkapi, berkasnya diserahkan kembali kepada BPKP untuk direview ulang oleh BPKP guna penerbitan surat eligible atau surat penilaian layak untuk dibayarkan uang pembebasan tanahnya.

Alvi mengatakan, dari ratusan persil tanah masyarakat yang terkena jalur proyek jalan tol Aceh ruas Banda Aceh-Sigli tersebut, ada 22 persil tanah yang diajukan ke Pengadilan Negeri Kota Jantho, Aceh Besar. “Ini dilakukan terhadap masyarakat yang belum menerima harga tanah yang ditetapkan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP),” ujarnya.

Menurut Alvi, sikap masyarakat yang belum menerima penetapan harga tanah yang dibuat KJPP lalu membawanya ke pengadilan, itu jalur yang sudah benar. “Yang berhak mengubah penetapan penilaian harga tanah yang dibuat KJPP hanyalah putusan hakim, melalui proses hukum di pengadilan negeri,” terangnya.

Setelah ada putusan pengadilan, pihaknya bisa kembali memproses eksekusi perubahan harga tanah berdasarkan putusan pengadilan.

Selain Kecamatan Blang Bintang, ada tiga kecamatan lagi, sebut Alvi, yang tahapan pembebasan tanahnya sudah sampai pada tahapan penilaian harga (appresial) oleh KJPP, yaitu Kecamatan Baitussalam, Darussalam, dan Kuta Cot Glie, Aceh Besar.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved