KPK Dalami Hubungan Irwandi dengan Mukhlis

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap yang melibatkan Gubernur

KPK Dalami Hubungan Irwandi dengan Mukhlis
Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diperiksa sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Jumat (31/8/2018).(KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN) 

BANDA ACEH - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus dugaan suap yang melibatkan Gubernur nonaktif Aceh, Irwandi Yusuf dengan Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi terkait proyek dari Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) 2018. Salah satu fakta baru yang terungkap adalah keterlibatan Mukhlis, adik dari Bupati Bireuen, Saifannur SSos, dalam kasus tersebut.

Informasi itu diungkapkan kuasa hukum Irwandi Yusuf, Sayuti Abubakar MH kepada Serambi, Selasa (23/10). Sayuti menyatakan, hubungan Irwandi dengan Mukhlis digali penyidik saat Irwandi diperiksa sebagai tersangka pada Senin (22/10). “Untuk kasus DOKA juga digali penerimaan lain termasuk hubungan IY (Irwandi Yusuf) dengan Mukhlis (adik bupati Bireuen),” kata Sayuti.

Dikatakan Sayuti, dalam kasus tersebut Mukhlis yang juga sudah diperiksa KPK berperan sebagai orang yang memberi pinjaman kepada Irwandi. Mukhlis juga membuat rekening atas nama dirinya pada November 2017, lalu kartu ATM dan mobile banking diserahkan kepada Irwandi. “Waktu pembukaan rekening pertama (uang yang dipinjamkan) kisaran 600 juta rupiah, pinjaman untuk kebutuhan IY,” ungkap Sayuti.

Dalam kasus DOKA, sambung Sayuti, KPK juga menggali hubungan Irwandi dengan Steffy Burase, hubungan Irwandi dengan Teuku Saiful Bahri, pengusaha dan orang dekat Irwandi, dan persoalan aliran uang dari Teuku Saiful Bahri kepada Steffy Burase serta kaitannya dengan Irwandi.

Sayuti yang turut mendampingi Irwandi menyatakan, dalam pemeriksaan itu Gubernur Irwandi dicecar hampir seratus pertanyaan.

“Yang digali (dari Steffy Burase) adalah soal hubungan suami istri, namun IY menyatakan bahwa hubungan dengan Steffy adalah hubungan kerja, memang sempat mau menikah, tapi keluarga Steffy membatalkan karena tidak ada izin dari istri IY. Artinya, tidak jadi nikah karena tidak izin dari keluarga Steffy. Hubungan mereka hanya sebatas hubungan kerja sebagaimana disampaikan oleh IY dalam BAP,” ungkap Sayuti.

Selain mencecar persoalan DOKA, di hari yang sama Irwandi ternyata juga diperiksa sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi dalam proyek pembangunan dermaga Sabang tahun 2006-2011. Terhadap kasus itu, KPK mengajukan 30-an pertanyaan kepada Irwandi untuk mendalami kasus itu.

Irwandi saat menjabat Gubernur Aceh periode 2007-2012 diduga menerima gratifikasi sebesar Rp 32 miliar dari Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS) tahun 2010-2011, Ruslan Abdul Gani yang kini telah dipenjara. Ia diduga menerima gratifikasi itu lewat orang kepercayaannya, Izil Azhar alias Ayah Merin.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved