Ahmad Subki: Jalan Bagus, Ekonomi Rakyat Lancar

KEPALA Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ir Ahmad Subki MM, mengaku, di lintas barat-selatan Aceh, memang ada beberapa

Ahmad Subki: Jalan Bagus, Ekonomi Rakyat Lancar
WAKIL Ketua DPRA Sulaiman Abda dan anggota DPRA bersama Kasaker PJN Wil 2, Ahmad Faisal dan PPK PJN sedang meninjau proyek pembangunan jembatan Tenom, Aceh Jaya, Sabtu (2/11)

KEPALA Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh, Ir Ahmad Subki MM, mengaku, di lintas barat-selatan Aceh, memang ada beberapa pekerjaan perbaikan badan jalan dan pembangunan jembatan Tenom sepanjang 205 meter dengan lebar 7 meter.

Paket pertama, pekerjaan presevasi rekontruksi jalan dari batas Kota Banda Aceh-batas Aceh Jaya sepanjang 57,8 Km. Untuk pekerjaan perbaikan dan pengaspalan badan jalan efektifnya ada sekitar 6,23 kilometer dan pemeliharaan rutin 51,5 kilometer, dengan nilai kontrak Rp 50,18 miliar. “Status pekerjaan sudah selesai dan akan PHO pada 31 Desember 2018,” kata Ahmad Subki.

Selanjutnya paket kedua adalah batas Aceh Besar-Calang dengan panjang jalan yang akan ditangani 91,30 kilometer. Sementara yang akan direkontruksi pada tahun 2018 ini hanya 4,22 kilometer dan pemeliharaan rutin 87,08 kilometer. Pagu anggaran untuk proyek ini Rp 57,6 miliar.

“Untuk badan jalan yang rusak dan sampai kini belum direkonstruksi akan dilanjutkan tahun depan. Untuk tahun 2019, ada sekitar 8,63 kilometer badan jalan yang direkontruksi atau diaspal kembali dan 82,67 kilometer pemeliharaan rutin. Sehingga total badan jalan yang direkonstruksi 2018-2019 sekitar 12,85 kilometer dengan nilai kontrak Rp 114,8 miliar,” beber Ahmad Subki.

Selanjutnya adalah pembangunan jembatan beton Teunom. Ini merupakan jembatan baru untuk menggantikan jembatan rangka baja yang lama. Panjang jembatan yang akan dibangun mencapai 205 meter dengan lebar 7 meter. Nilai kontraknya mencapai Rp 78,6 miliar, dengan masa kerja tiga tahun (2017-2019) atau 600 hari kelender.

Realisasi fisik proyek sampai saat ini, dia sebutkan sudah mencapai 52 persen, dan pada akhir tahun nanti bisa mencapai sebesar 60 persen. “Jembatan Teumom yang baru itu kami harapkan bisa selesai tepat waktu, yaitu pada Mei 2019,” sebutnya.

Ahmad Subki juga menjelaskan bahwa peran jembatan dalam jalan nasional sangat penting dan strategis, sebab menyangkut perekonomian masyarakat. “Kalau ada jembatan yang putus di ruas jalan nasional, ekonomi rakyat pasti tergangu dan berimbas kepada kenaikan ongkos angkut dan harga barang,” ujarnya.

Karena itu, untuk mencegah agar hal itu, Balai Pelaksana Nasional Aceh sudah melakukan penelitian terhadap masa pakai sejumlah jembatan rangka baja maupun beton yang berada di lintasan jalan nasional di Aceh. Jembatan yang masa umur pakainya sudah tua maka diusul pergantian, seperti jembatan rangka baja di Tenom, Aceh Jaya.

Ini juga menjadi salah satu program prioritas Presiden Joko Widodo, yaitu memfokuskan kepada percepatan pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan, serta memprogramkan proyek jalan tol.

“Tujuannya supaya ekonomi rakyat berjalan mulus. Kalau jalannya bagus, ekonomi rakyatnya berjalan lancar, disitulah akan ada peluang untuk rakyat bisa sejahtera dan makmur. Makanya untuk Aceh, jika ada jembatan dan jalan yang mau patah dan rusak, secepatnya kita perbaiki agar masa pakai menjadi lebih panjang,” demikian Ahmad Subki.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved