Perbaikan Jalan Lintas Barat Masih Berlangsung

PERBAIKAN jalan nasional di lintas barat (Banda Aceh-Meulaboh) yang dibangun oleh USAID dan MDF pada tahun 2008-2010

Perbaikan Jalan Lintas Barat Masih Berlangsung
LOKASI jalan nasional yang sedang diperbaiki pihak Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Aceh.

PERBAIKAN jalan nasional di lintas barat (Banda Aceh-Meulaboh) yang dibangun oleh USAID dan MDF pada tahun 2008-2010, hingga saat ini masih terus berlangsung. DPRA mengharapkan perbaikan bisa selesai tepat waktu.

Seperti diketahui, sejak dibangun pascatsunami lalu, jalan nasional di lintas barat banyak yang mengalami kerusakan, bahkan ada yang longsor. Atas dasar itulah, Pimpinan DPRA, Drs Sulaiman Abda bersama rombongan melakukan kunjungan kerja ke lokasi proyek jalan nasional lintas Banda Aceh-Meulaboh, Sabtu (3/11).

Ikut dalam rombongan tersebut antara lain, Anggota DPRA daerah pemilihan pantai barat, di antaranya Zuriat Supardjo, T Iskandar Daoed, dan beberapa orang lainnya. Kunjungan tersebut turut didampingi Kasatker BPJN Wilayah II, Ahmad Faisal, PPK Jalan Nasional, Bahagia ST MT, dan pihak Balai Sungai Wil I Aceh-Sumetara.

“Ini sudah menjadi agenda rutin DPRA menjelang akhir tahun anggaran, melakukan kunjungan lapangan ke lokasi proyek-proyek jembatan dan jalan nasional yang sedang dikerjakan, baik dilintas timur-utara maupun barat-selatan Aceh,” kata SuIaiman Abda.

Saat melakukan kunjungan tersebut, pihaknya sempat singgah meninjau jalan yang tertimbun longsor di lintasan Lamno-Calang, atau tepatnya di KM 105. Longsor terjadi sehari sebelumnya, Jumat (1/11), sehingga mengakibatkan jalan tak bisa dilalui kendaraan.

Untuk mengatasi kemacetan, aparat keamanan yang berada di lokasi mengalihkan arus lalu lintas kenderaan ke ruas jalan lama, yang berada di bawah bukit, sambil menuggu selesainya proses pembersihan jalan dari material longsor.

“Pada saat kami tiba, sebagian tumpukan tanah yang menimbun badan jalan sudah dibersihkan sehingga kami bisa melintas tanpa harus melalui jalan lama yang berada di samping kiri bukit, yang berbatasan dengan pantai,” ujar pria yang akrab disapa Bang Leman ini.

Kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Nasional, Bahagia ST MT, Sulaiman Abda meminta agar terus melakukan pembersihan, serta menyiagakan alat berat di lokasi jika sewaktu-waktu longsor kembali terjadi. Sebab jika hujan turun, ia khawatir masih ada sisa-sisa longsoran yang kembali jatuh ke badan jalan.

Sebelumnya ke lokasi longsor, Sulaiman Abda dan rombongan telah terlebih dahulu melakukan peninjauan pekerjaan perbaikan badan jalan nasional yang rusak, mulai dari Lepung sampai Lhoong, Aceh Besar. Badan jalan yang rusak itu sudah diperbaiki dan pengaspalan badan jalan yang rusak sepanjang 6,23 kilometer juga sudah selesai dikerjakan.

Selanjutnya, rombongan meneruskan perjalanan meninjau lokasi perbaikan badan jalan nasional yang rusak di Kecamatan Lhoong, Aceh Besar dan Lamno, Aceh Jaya. Pada lintasan ini, pihak rekanan sedang melakukan pengerasan badan jalan yang mau diaspal sepanjang 4,22 kilometer.

“Menurut laporan PKK Jalan Nasional, pekerjaan pengaspalan badan jalan yang sedang dikerjakan itu akan selesai pada pertengahan bulan depan,” kata Sulaiman Abda.

Usai meninjau perbaikan badan jalan nasional yang kedua, Sulaiman Abda dan rombongan kembali melanjutkan kunjungan ke lokasi pembangunan jembatan Teunom, Aceh Jaya, sepanjang 205 meter dengan lebar 7 meter.

Di lokasi proyek, rombongan DPRA mendapat penjelasan dari Kasatker Pelaksana Proyek, Ahmad Faisal, yang menjelaskan bahwa proyek pembangunan jembatan Tenom dikerjakan dalam jangka waktu tiga tahun (2017-2019). Realisasi fisik pekerjaan sudah mencapai 52,18 persen, sementara anggaran yang telah ditarik sekitar Rp 28,7 miliar dari nilai kontraknya Rp 78,6 miliar. Kondisi pekerjaan di lapangan juga masih normal.

Menanggapi hal itu, Sulaiman Abda, meminta PPK jalan nasional dan Kasatker Jembatan Tenom agar bisa memacu pelaksanaan konstruksi dari perbaikan jalan nasional di lintas barat selesai tepat waktu, begitu juga dengan pembangunan jembatan Teunom.

“Pengawasan harus diintensifkan, agar bangunan yang dihasilkan berkualitas, rakyat puas dan masa pakainya menjadi lebih panjang,” demikian Sulaiman Abda.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved