Hal ini yang Menjadi Penyokong Menguatnya Rupiah

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di posisi RP 14.764 per dollar AS

Hal ini yang Menjadi Penyokong Menguatnya Rupiah
THINKSTOCKS/Kompas.com
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

SERAMBINEWS.COM - Dalam satu minggu terakhir, rupiah terus menguat terhadap dollar AS. Rupiah pun kembali di bawah Rp 15.000 per dollar AS. Di pasar spot, data  Bloomberg  Rabu sore menunjukkan rupiah menguat 214 poin atau 1,45 persen menjadi Rp 14.590 per dollar AS.

Sementara kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah berada di posisi RP 14.764 per dollar AS, menguat dibanding sebelumnya pada 14.891.

Baca: Ini Alasan PT Samana Citra Agung Ajak Perusahaan Tiongkok Bangun Pabrik Semen Laweung

Direktur Riset Centre of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah mengatakan, terdapat beberapa sentimen positif terhadap pasar dan memperkuat rupiah. Salah satunya yield atau imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang sudah cukup tinggi.

Baca: Lion Air Pensiunkan Nomor Penerbangan JT 610, Diganti Nomor Baru

Imbal hasil obligasi 10 tahun pemerintah yang menjadi acuan saat ini berada pada posisi 8,175 persen. "Kenaikan suku bunga acuan BI hingga 150 bps sementara kenaikkan FFR (Fed Fund Rate) hanya 100 bps menyebabkan spread yield SBN dibandingkan surat berharga di AS melebar," ujar Piter keika dihubungi Kompas.com, Rabu (7/11/2018).

Baca: BREAKING NEWS - Pembunuh Guru Honorer di Kuta Alam Diringkus Polisi di Kawasan Gayo Lues

Piter mengatakan, dengan yield yang lebih tinggi, SBN pun menjadi lebih menarik bagi investor. Selain itu, Piter juga menjelaskan, faktor lain yang membuat rupiah menguat secara signifikan dalam beberapa hari terakhir didorong adanya perkiraan The Fed tidak akan menaikkan suku bunga sebesar sebelumnya. "Dengan pertimbangan proyeksi inflasi AS yang akan tertahan," ujar Piter.

Baca: Bangun Pabrik Semen Laweung, PT Samana Citra Agung Gandeng Perusahaan Asal Tiongkok

Selain itu, terkait perang dagang, pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping juga turut memengaruhi stabilitas rupiah, meskipun tidak menjanjikan hasil yang cukup baik.

Baca: Sumut Caplok Empat Pulau di Singkil, DPRA Desak Pemerintah Aceh Bertindak Agar tak Terjadi Konflik

Sebelumnya, Deputi Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo menyebutkan, hasil pertemuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping akan memberikan solusi positif terhadap ketegangan perdagangan yang telah terjadi di antara kedua negara tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Baca: Fuzhou China Open 2018 - Fajar/Rian dan 5 Lainnya Kalah, Indonesia Sisakan 10 Wakil ke Babak Kedua

"Semua berharap positif terhadap pertemuan antara Presiden Trump dengan Xi Jinping untuk memberikan paling tidak solusi yang positif, sehingga dampaknya juga positif kepada emerging currency, rupiah pun mengalami penguatan," ujar Dody ketika ditemui awak media selepas acara Indonesia Risk Management Outlook 2019 di Jakarta, Selasa (6/11/2018).

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Terus Menguat, Ini Penyokongnya", 

Penulis : Mutia Fauzia

Editor : Erlangga Djumena

Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved