Lagi, Sumut Berusaha Caplok Pulau di Singkil

Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali mengklaim empat pulau di perbatasan Aceh Singkil dengan Tapanuli Tengah

Lagi, Sumut Berusaha Caplok Pulau di Singkil
DULMUSRID, Bupati Singkil

SINGKIL - Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali mengklaim empat pulau di perbatasan Aceh Singkil dengan Tapanuli Tengah, yaitu Pulau Panjang, Pulau Lipan, Pulau Mangkir Besar, dan Pulau Mangkir Kecil masuk wilayahnya.

Klaim ini merupakan yang kedua kalinya setelah pada 2017 Sumut juga secara sepihak memasukkan Pulau Mangkir Besar, Mangkir Kecil, Lipan, dan Pulau Panjang dalam Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil (RZWP-3-K). Setelah mendapat protes keras dari Aceh, rencana itu dibatalkan.

Kabar terbaru menyebutkan, menjelang akhir tahun ini Sumut kembali memasukkan empat pulau di Aceh Singkil ke dalam wilayahnya. Tidak tanggung-tanggung, klaim sepihak itu konon sudah mendapat lampu hijau dari Kementerian Dalam Negeri.

Informasi tentang klaim masuknya empat pulau yang kini menjadi tempat nelayan Aceh Singkil mencari nafkah dari bagan pancang itu diungkapkan Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid pada Serambi, Selasa (6/11).

Menurut Dulmusrid hal itu berdasarkan laporan dari Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali yang mengikuti rapat mengenai tapal batas di Kementerian Dalam Negeri. “Saya baru mendapat laporan itu dari wakil bupati yang sedang di Jakarta,”. kata Dulmusrid.

Bupati menegaskan tidak akan menerima keputusan tersebut dan telah meminta wakil bupati tidak menandatangani persetujuan tapal batas. “Kami tidak terima, saya sampaikan supaya jangan ditandatangani,” tegas Bupati didampingi Sekda Aceh Singkil Azmi, Kepala Bappeda Junaidi, dan Kepala Badan Pengelola Keuangan Aceh Singkil Aidil.

Wakil Bupati Aceh Singkil, Sazali dikonfirmasi melalui telepon selulernya membenarkan Pulau Panjang, Mangkir Besar, Mangkir Kecil, dan Pulau Lipan dimasukkan dalam wilayah Sumut. “Sudah dimasukkan wilayah Sumut, tapi kami tidak akan terima. Karena itu jelas wilayah kita berdasarkan peta lama bahkan sejak zaman Belanda. Pemkab Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh tidak terima ini,” kata Sazali.

Sementara itu informasi lain menyebutkan berdasarkan berita acara pembahasan tapal batas Aceh dengan Sumatera Utara (Aceh Singkil-Tapanuli Tengah) di Kementerian Dalam Negeri, masih ada kesempatan sampai akhir November ini untuk mengajukan bukti bahwa empat pulau tersebut masuk wilayah Aceh Singkil. Jika sampai batas waktu yang telah ditentukan tidak diajukan maka penetapan batas akan mengacu pada data yang ada.

Terkait hal itu, Pemkab Aceh Singkil dan Pemerintah Aceh serius menyikapinya. Sebab klaim Sumut terhadap empat pulau itu lantaran daerah ini lalai. Konon sejak medio 90-an telah terjadi pembahasan tapal batas Aceh Singkil dengan Tapanuli Tengah, namun tidak tuntas. Setelah Sumut mengklaim barulah Pemerintah Aceh sibuk.(de)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved