Ahmadi Menangis di Ruang Sidang

Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi SE sesenggukan dan menitikkan air mata penyesalan di ruang sidang Pengadilan

Ahmadi Menangis di Ruang Sidang
Serambi
Ahmadi saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tipikor Jakarta,Kamis (8/11/2018). SERAMBI/FIKAR W EDA 

* Istrinya Tertunduk Sedih

JAKARTA - Bupati nonaktif Bener Meriah, Ahmadi SE sesenggukan dan menitikkan air mata penyesalan di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (8/11).

Ruang sidang mendadak hening tatkala suara Ahmadi tertahan sejenak. Ia tak kuasa melanjutkan kalimatnya. Beberapa saat ia terdiam, lalu berupaya menguasai diri. Tapi, ia tetap saja tak kuasa menahan tetes air matanya.

Istrinya yang duduk di bangku pengunjung, juga tak kuasa menahan kesedihan. Perempuan berjilbab kuning itu tertunduk pilu. Ahmadi mendadak sangat sedih ketika salah seorang anggota tim kuasa hukumnya menanyakan keadaan anak-anak dan istrinya. Ahmadi juga ditanya, apakah ia menyesali perbuatannya.

“Anak saya empat. Tertua 14 tahun, nomor dua sembilan tahun, nomor tiga tujuh tahun, dan nomor empat dua tahun. Saya tidak bisa lagi mengirimkan gaji sepenuhnya kepada mereka,” suara Ahmadi terdengar tersekat.

Ahmadi dengan lirih mengaku menyesali perbuatannya yang mengantarkan dirinya duduk di kursi pesakitan sebagai terdakwa kasus penyuapan.

Semula ia menganggap bahwa tindakannya itu ingin membantu kontraktor lokal Bener Meriah mendapatkan pekerjaan, ternyata salah menurut hukum.

“Saya menyesali semua perbuatan saya,” kata Ahmadi. Ia pasrah dan berdoa kiranya Allah memberinya yang terbaik.

Agenda sidang lanjutan itu adalah pemeriksaan terdakwa. Jaksa dan majelis hakim mencecar berbagai pertanyaan seputar penangkapan dirinya sampai kepada pengiriman uang dan komunikasinya dengan Gubernur Irwandi Yusuf dan ajudan Gubernur Aceh, Hendri Yuzal.

Kata Ahmadi, ia mendapat permintaan uang dari Hendri Yuzal, disampaikan melalui ajudannya, Muyassir. Ia baru mengetahui bahwa uang yang ia kirimkan ternyata diberikan kepada Steffy Burase untuk membiayai kegiatan Aceh Marathon.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved