Siap Pertahankan Sampai Darah Penghabisan

Senator Aceh, Fachrul Razi bersumpah siap mempertahankan keberadaan Lembaga Wali Nanggroe (WN) sampai darah

Siap Pertahankan Sampai Darah Penghabisan
ist
Fachrul Razi 

JAKARTA - Senator Aceh, Fachrul Razi bersumpah siap mempertahankan keberadaan Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe (WN) sampai darah penghabisan meski taruhannya ia tak terpilih lagi pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Aceh pada tahun 2019.

“Saya, atas nama Fachrul Razi, wakil Aceh yang dipercaya sebagai senator di pusat dengan ini bersumpah akan terus mempertahankan keberadaan Wali Nanggroe sampai darah terakhir dan meskipun terancam tidak terpilih lagi pada tahun 2019. Tanpa Teungku Malik Mahmud, Aceh akan dilihat sebelah mata oleh pusat dan bargaining Aceh sama seperti provinsi lain,” tegas Fachrul Razi dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke Serambi, Selasa (13/11) siang.

Senator muda yang sedang menjalankan ibadah umrah di Mekkah ini menyatakan, kehadiran Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe berkat adanya perjuangan GAM melalui MoU Helsinki dan perjuangan mayoritas suara politisi Partai Aceh yang disetujui oleh semua partai di DPRA melalui Qanun Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe pada tahun 2013.

Menurut Fachrul Razi, kalau tidak ada Partai Aceh mungkin sampai sekarang tak ada Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe. “Seharusnya kita bangga dengan kekhususan Aceh memiliki Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe, bukan ingin membubarkannya, ini pikiran mundur,” tegas Fachrul Razi.

Fachrul Razi menilai sangat aneh jika ada wacana dan upaya membubarkan Wali Nanggroe'>Lembaga Wali Nanggroe, karena pembentukannya berdasarkan perjanjian MoU Helsinki dan tegas masuk di dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA) dan diqanunkan.

“Saya perlu tegaskan, tanpa GAM dan Tengku Malik Mahmud, tidak ada perwakilan seperti saya dan yang lainnya berada di Senayan saat ini. Tidak ada yang bisa duduk nyaman sebagai bupati dan dewan saat ini, sebab mungkin Aceh masih dalam keadaan konflik. Tapi, karena jasa Tengku Malik Mahmudlah sehingga perdamaian di Aceh terwujud dan sampai hari ini tetap utuh, meskipun banyak lika-liku tantangan dan rintangan. Apakah kita tidak sadar?” gugat Fachrul Razi.

Senator Aceh yang aktif mendampingi Wali Nanggroe Malik Mahmud saat berkunjung ke Jakarta ini mengaku kerap menjadi saksi bahwa Malik Mahmud adalah tokoh yang sangat disegani oleh Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta para menteri di Jakarta. “Kalau tidak ada Teungku Malik Mahmud, mungkin Aceh hanya dilihat sebelah mata,” tegas Fachrul Razi.

“Saya sangat aktif dan selalu mendampingi beberapa kali Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud bertemu Wakil Presiden dan Mendagri. Saya bersaksi, tanpa lobi Wali Nanggroe ke Wapres mungkin PON 2024 bukan Aceh yang menang. Ingat juga pada tahun 2017, di mana pasangan yang diusung Partai Aceh dizalimi suaranya dalam pilkada, Tengku Malik Mahmud dan Muzakir Manaflah yang meredam dan menenangkan keadaan politik saat itu. Saya tanya, adakah orang lain yang mampu melakukan itu? Tunjukkan kepada saya!” tantang Fachrul Razi.

“Saya juga bersaksi, tanpa Tengku Malik Mahmud, mungkin peraturan pemerintah (PP) turunan UUPA tidak akan selesai. Sebagian sudah ditandatangani, tinggal empat PP lagi yang belum selesai. Demikian juga permasalahan KEK Arun, Freeport Sabang, dan Otsus Aceh pasti banyak yang tidak selesai tanpa peran Wali Nanggroe Tengku Malik Mahmud. Begitu besar jasa beliau, namun tidak perlulah kami ekspose ke publik karena perjuangan beliau memang buat Aceh,” tegas Fachrul Razi. (fik)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved