Rabu, 22 April 2026

Venue PORA Penuhi Standar

Pembukaan perhelatan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII tahun 2018 di Jantho, Aceh Besar, hanya tinggal lima hari lagi

Editor: bakri
FOTO-IST
PERWAKILAN Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Indonesia bersama Kadispora Aceh Besar, Ridwan Jamil meninjau venue PORA di Kota Jantho, Minggu (11/11). 

KOTA JANTHO - Pembukaan perhelatan Pekan Olahraga Aceh (PORA) XIII tahun 2018 di Jantho, Aceh Besar, hanya tinggal lima hari lagi. Semua persiapan terus dilakukan oleh Panitia Penyelenggara (PP) PORA termasuk melibatkan Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Indonesia, sebagai institusi yang berwenang mengawasi penerapan standar nasional keolahragaan di negeri ini. Ketua BSANK Indonesia, Prof Dr Hari Amirullah Rachman yang didampingi Komisioner BSANK, Dr Eddy Purnomo MKes mengatakan, berdasarkan hasil pantauan di lapangan, semua venue yang akan digunakan untuk PORA sudah memenuhi standar. “Saya kira untuk olahraga multieven di Aceh, venue PORA sudah memenuhi standar minimal. Hanya dari sisi penyelenggara nanti yang perlu dioptimalkan lagi,” ungkap Hari Amirullah, Minggu (12/11) malam.

Hari Amirullah mengaku, sudah melihat venue PORA di Komplek Jantho Sport Centre (JSC) di Kota Jantho, dan sekitarnya. Ia sudah memberikan berbagai masukan demi kesempurnaan penyelenggaraan even olahraga terbesar di Aceh itu. Diantaranya dengan menyediakan buku panduan konprehensif, sehingga semuanya persyaratan harus sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), seperti penjemputan atlet, penginapan atlet, hingga akomodasi. “Menu makanan untuk atlet itu beda dengan orang biasa, mereka harus mengandung nutrisi yang dibutuhkan untuk olahraga tertentu,” ujarnya.

Kemudian, untuk perlengkapan pertandingan juga sudah memenuhi standar. Karena, peralatan yang baik harus didampingi oleh operator yang baik, sehingga memperlancar jalannya pertandingan.

Ketua Umum PP PORA, Iskandar Msi mengaku, sudah berusaha menjadikan PORA sebagai even yang terbaik dan paling modern. Untuk mencapai taraf itu, katanya, venue PORA harus memiliki standar yang jelas dengan melibatkan BSANK sebagai lembaga yang berwenang. “Saya sudah meminta BSANK untuk melakukan penilaian kesesuaian terhadap standar penyelenggaraan, dan standar sarana prasarana, “ ujar Iskandar yang juga Sekdakab Aceh Besar itu.
Dari sisi lain, Iskandar menyebutkan, sudah mempersiapkan pelatihan yang standar agar tenaga keolahragaan yang bertugas di lapangan dapat mendukung kelancaran PORA. Ia mengatakan, gedung untuk PORA juga sudah memenuhi standar, hanya tinggal dari sisi penyelenggara pertandingan, lapangannya juga harus memenuhi standar.

Untuk itu, katanya, bangunan venue PORA harus memiliki akses bagi penyandang disabilitas. “Stadion itu juga tidak hanya dikunjungi oleh orang normal saja, nanti juga akan digunakan oleh atlet disabilitas seperti Asian Paragames,” pungkasnya.

Kota Langsa mengirim sebanyak 309 atlet ke Pekan Olahraga Aceh (PORA) di Jantho, Aceh Besar, mulai 18 hingga 25 November 2018. Kemarin, Wali Kota Usman Abdulah SE melepas Kontingen Langsa.

Pada kesempatan itu, Toke Seuem juga menyerahkan secara simbolis kartu asuransi dari BPJS Tenaga Kerja di halaman pendopo Wali Kota setempat.

Hadir Ketua KONI Kota Langsa, M Zulfri ST MT, Ketua PN Langsa Dr Nurmaningsih Amriani SH MH, Ketua DPRK Burhansyah SH, Sekdako Syahrul Thaeb SH MAp, Waka Polres Langsa, Kompol Budi Darma, Kadisporapar Drs Syafrizal, pengurus KONI, dan undangan lainnya.

Ketua Kontingen Langsa, M Zulfri ST MT mengatakan, pada PORA tahun ini mereka mengirim sebanyak 309 atlet dari 26 cabor. Jumlah atlet ini terbanyak ketiga setelah tuan rumah Aceh Besar, dan Kota Banda Aceh. “Semua atlet yang dikirim sebelumnya telah lolos dari hasil seleksi Pra-PORA tahun lalu,” jelasnya.

M Zulfri dalam kesempatan itu mengucapkan terimakasih atas dukungan Pemko, yang telah menyediakan anggaran untuk mendukung pelaksanaan TC semua cabor. Sehingga, pada PORA tahun ini, Langsa mengirimkan atlet dua kali lipat dari PORA Ke-12 di Aceh Timur 2014. “Insya Allah, Langsa menargetkan masuk 5 besar di PORA,” katanya.

Wali Kota Usman Abdullah, berharap mudah-mudahan Kontingen Langsa dapat masuk lima besar. Meskipun berharap prestasi tinggi dari kontingen ini, tetapi dia tidak mau prestasi tersebut diraih dengan cara-cara tak sportif ataupun fair. “Jangan sampai kita melakukan tindakan yang anarkis sehingga dapat mencoreng nama baik Kota Langsa,” pesannya.(min/zb)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved