Soal Wali Nanggroe, Ini Kata Mantan Panglima GAM Wilayah Linge

Bagi mantan Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima S memberi tamsil "Wali Nanggroe itu Komisaris, Gubernur itu Dirutnya."

Soal Wali Nanggroe, Ini Kata Mantan Panglima GAM Wilayah Linge
Dok. Serambinews.com
Mantan Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima S.

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Salah satu poin yang alot diperdebatan sebelum perjanjian damai GAM-RI (MoU Hilsinky) ditandatangani adalah soal Wali Nanggroe yang menjadi kekhasan Aceh dari daerah lainnya.

Tarik ulur lainnya adalah soal hymne, bendera, partai lokal dan calon independen untuk gubernur, bupati dan walikota.

Bagi mantan Panglima GAM Wilayah Linge, Fauzan Azima S memberi tamsil "Wali Nanggroe itu Komisaris, Gubernur itu Dirutnya."

Fauzan Azima mengatakan, pengesahan lembaga Wali Nanggroe dan perangkatnya adalah jiwa besar pihak Jakarta yang mengakui kekhasan Aceh.

Baca: Komentar Ghazali Abbas terhadap Wali Nanggroe Dinilai Menyerang Pribadi Malik Mahmud Al-Haytar

Provinsi lain juga bercita-cita mendapatkan pengakuan yang sama dengan Aceh, tetapi sulit mereka dapatkan.

Sumatera Barat dan daerah-daerah bekas kesultanan sebelum menjadi Republik Indonesia ingin mengenang sejarah mereka dengan lembaga seperti Wali Nanggroe.

Dikatakannya, Wali Nanggroe Aceh tidak lahir serta merta, tetapi melalui proses yang panjang melalui perjuangan penuh darah, air mata, nyawa dan kehormatan.

Sungguh sangat disayangkan kalau ada orang Aceh sendiri menyatakan Lembaga Wali Nanggroe itu tidak bermanfaat.

Baca: Polemik Penghapusan Lembaga Wali Nanggroe, Azhari Cagee: Jangan Menggoreng Isu yang tak Perlu

Memang benar diakui atau tidak, lanjut Fauzan Azima, keberadaan Pemangku Wali Nanggroe sekarang, (mohon maaf) kurang kreatif mengelola lembaga kebanggaan orang Aceh itu.

Halaman
12
Penulis: Jalimin
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved