GeRAK Ungkap Dugaan Pungli Dana Hibah Pesantren oleh Oknum Pejabat Dinas Dayah, Ini Totalnya

Modus operandinya adalah pemotongan dana bantuan hibah tahun 2018 untuk pesantren sebesar Rp 15 juta per pesantren.

GeRAK Ungkap Dugaan Pungli Dana Hibah Pesantren oleh Oknum Pejabat Dinas Dayah, Ini Totalnya
DOK SERAMBINEWS.COM
Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani 

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Koordinator Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, Askhalani mengungkapkan fakta tentang adanya kutipan ilegal atau pungutan liar (pungli) yang dilakukan oknum pejabat di Dinas Pendidikan Dayah Aceh.

Modus operandinya adalah pemotongan dana bantuan hibah tahun 2018 untuk pesantren sebesar Rp 15 juta per pesantren.

Menurut Askhalani, bantuan hibah yang diterima pesantren bervariasi mulai Rp 400 juta hingga Rp 500 juta.

“Kami sedang mendalami adanya pungli bantuan hibah untuk pesantren dari Badan Dayah (Dinas Pendidikan Dayah) Aceh. Kita menemukan fakta, uang yang seharusnya diterima tengku Rp 500 juta, tapi dipotong dengan alasan uang administrasi,” katanya.

Nova Iriansyah Sebut Ada 4 Sektor di Pemerintahan Rawan Korupsi, Salah Satunya di Rekrutmen Pegawai

Plt Gubernur Aceh: Menurut KPK Ada 750 Pejabat Terjerat Korupsi, Sebagian Kepala Daerah

Ditetapkan Tersangka Kasus Dermaga Sabang, KPK Minta Ayah Merin Serah Diri

Pernyatan itu disampaikan Askhalani saat menjadi pembicara pada seminar Hari Antikorupsi Sedunia di Kampus Poltekes Kemenkes Aceh di Aceh Besar, Kamis (16/11/2018).

Acara itu juga diikuti Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarifm dan Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Askhalani yang ditanyai Serambinews.com menyebutkan, ada 10 pesantren di enam kecamatan di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menjadi korban pengutipan oknum pejabat provinsi.

Praktik itu tentu sangat berbahaya bagi Pemerintah Aceh yang sedang mencoba keluar dari proses yang tidak bagus.

Banyak Pelamar CPNS tak Lulus Ujian CAT, Plt Gubernur Aceh Janji akan Lakukan Hal Ini

Empat Pulau yang Diklaim Sumut Ternyata Sah Milik Warga Aceh Selatan, Simak Pernyataan Sekda Singkil

20 Bidang Lahan Tol Banda Aceh - Sigli Selesai Diganti Rugi, Ini Pesan Plt Gubernur Aceh

Ia menyebutkan bahwa praktik korupsi saat ini sudah merambah kepada dinas yang menggelola dana keummatan.

“Mungkin selama ini dinas-dinas tersebut tidak mendapat perhatian serius dari berbagai pihak,” ungkapnya.

Aktivis antikorupsi ini mengungkapkan bahwa pengutipan itu dilakukan sebelum pembangunan pesantren di mulai.

“Kutipan dilakukan di muka, masing-masing pesantren diminta 15 juta rupiah. Kita mempertanyakan pengutipan itu,” tegasnya.(*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved