Sebagai Aksi Protes Agar Sanksinya Diringankan, Korea Utara Uji Coba Senjata Taktis Ultramodern Baru

Menurut laporan media pemerintah, uji coba ini dalam upaya nyata untuk merespon tekanan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

Sebagai Aksi Protes Agar Sanksinya Diringankan, Korea Utara Uji Coba Senjata Taktis Ultramodern Baru
Foto tanpa tanggal yang dikeluarkan oleh kantor berita Korea Utara, KCNA, pada 3 September 2017, memperlihatkan pemimpin Korut Kim Jong Un (tengah) sedang melihat pipa logam di tempat yang tak diketahui. 

SERAMBINEWS.COM - Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dikabarkan mengamati uji coba senjata taktis ultramodern baru.

Menurut laporan media pemerintah, uji coba ini dalam upaya nyata untuk merespon tekanan Amerika Serikat dan Korea Selatan.

CBS News melaporkan, ini bukan uji coba perangkat nuklir atau rudal jarak yang menyasar Amerika Serikat.

Seperti disebut di awal, uji coba ini adalah pengaruh dari upaya diplomatik yang terhenti yang dipelopori Amerika yang bertujuan “membersihkan” nuklir di Korea Utara.

Senjata ini sejatinya tidak baru-baru ini.

Baca: CPNS 2018 - Pemerintah Terapkan Sistem Ranking bagi Yang Tak Lolos Passing Grade SKD, Ini Syaratnya

Baca: Hotman Paris :  Oh Tuhan Jangan Biarkan Wanita Hambamu Ini di Penjara!

Baca: Setelah Dua Hari Telantar di Kalbar, 8 TKI Aceh Kembali Pulang ke Aceh

Mengapa baru diujicobakan semata-mata untuk menyatakan kemarahan Korea Utara atas sanksi internasional yang diberikan AS.

Juga, sebagai respon atas latihan militer skala kecil yang sedang berlangsung antara Korea Selatan dan Amerika Serikat.

Awal bulan ini, Kementerian Luar Negeri Korea Utara memperingatkan, pihaknya bisa saja menguatkan kembali senjata nuklirnya jika tidak ada keringanan sanksi.

“Ini adalah diplomaso koersif ala Korea Utara. Mereka bilan, ‘Jika Anda tidak mendengarkan kami, kalian akan menghadapi beban politik’,” ujar analis Shin Beomchul dari Asan Institute for Policy Studies di Seoul.

Diplomasi telah berhenti sejak pertemuan puncak antara Presiden Kim Jong Un dan Presiden Donald Trump pada Juni kemarin.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved