Pimpinan Dayah Bantah Ada Kutipan Dana Hibah

Dari 10 pesantren di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menerima bantuan hibah tahun 2018

Pimpinan Dayah Bantah Ada Kutipan Dana Hibah
IST
HIRMAN MY, Ketua Pembangunan Dayah Khazanatul Hikam

BANDA ACEH - Dari 10 pesantren di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) yang menerima bantuan hibah tahun 2018 seperti disampaikan Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh, ternyata tak semuanya dipungli. Hal itu diungkapkan Tgk Hirman MY SPdI, Ketua Pembangunan Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Dayah Khazanatul Hikam, Kutatinggi, Kecamatan Blangpidie, Abdya.

“Kami sangat tersinggung dengan apa yang disampaikan GeRAK Aceh. Kami tidak pernah memberi atau diminta uang oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh. Kami malah sangat bersyukur dan berterima kasih atas bantuan dana hibah yang diberikan selama ini oleh Dinas Pendidikan Dayah Aceh,” ungkap Tgk Hirman kepada Serambi via telepon seluler, sore kemarin.

Dikatakan, dirinya juga sudah menghubungi beberapa pimpinan dayah lain di Abdya yang menerima bantuan dana hibah untuk mengonfirmasi perihal dugaan pengutipan tersebut. “Ada empat pimpinan dayah yang sudah ditanyai soal masalah itu, tapi semuanya mengaku tidak ada pengutipan oleh oknum pejabat yang diduga dari Dinas Pendidikan Dayah Aceh.” timpalnya.

Di sisi lain, Tgk Hirman menyampaikan, bila terbukti adanya pengutipan oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada salah satu dari 10 dayah tersebut, ia mempersilakan untuk diproses hukum.

“Saya heran dari mana informasi diambil GeRAK. Karena dalam 10 dayah itu ada dayah kami, jangan nanti kami juga diperiksa sementara kami tidak tahu apa-apa. Sebab, pelayanan Dinas Pendidikan Dayah Aceh dari tahun 2007 sangat baik dan mereka tidak pernah meminta uang kepada kami, bahkan sejak proses kontrak,” jelas Tgk Hirman.

Secara terpisah, Sekjen Sentral Aktivis Dayah Untuk Rakyat (SADaR) Aceh, Haekal Afifa, meminta pimpinan dayah yang menjadi korban dugaan pungutan liar (pungli) oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan Dayah Aceh pada dana hibah berani melaporkan oknum tersebut ke polisi atau Tim Saber Pungli. Haekal menyatakan, pihaknya juga berkenan menerima laporan tersebut untuk selanjutnya dilaporkan ke pihak berwenang.

“Jika dinas mengajarkan praktik korupsi kepada pimpinan dayah, lantas ke mana lagi kita harus mengharap agar Aceh bebas korupsi. Padahal dayah adalah benteng moral dari segala praktik kemungkaran,” kata Haekal kepada Serambi, Sabtu (17/11).

Dikatakan, langkah itu perlu dilakukan pimpinan dayah agar praktik pungli atau korupsi tak terjadi lagi di Aceh, khususnya di lembaga yang mengelola dana umat. Sebab, kasus seperti itu sudah sering terjadi terutama terkait bantuan dari dana aspirasi dewan, namun tidak terungkap ke permukaan.

“Seharusnya dinas membuka diri terhadap kritik dan fakta yang diberikan GeRAK Aceh. Bukan malah menantang untuk pembuktian, ini terkesan dinas antikritik. Karena laporan semacam ini juga sudah masuk ke kami beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong Tim Saber Pungli untuk mengusut kasus ini agar tak banyak pimpinan dayah yang menjadi korban pengutipan ilegal. “Kalau kita sifatnya hanya mediasi dan advokasi,” pungkasnya.

Ketua Pokja Pencegahan Saber Pungli Aceh, Dr Taqwaddin Husein MM mengaku kecewa jika pemotongan dana hibah untuk pesantren itu terbukti. Dikatakan, saat ini Tim Saber Pungli Abdya yang dipimpin Wakapolres setempat Kompol Jatmiko, sedang menyelidiki dan mendalami informasi tersebut.

“Saya harap semua pihak, termasuk LSM GeRAK yang sudah menyampaikan hal ini secara terbuka di depan umum dan pimpinan KPK, agar memberikan kepercayaan kepada Saber Pungli Abdya. Mari kita tunggu hasil penyelidikan mereka dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” katanya.

Sebelumnya, Koordinator GeRAK Aceh, Askhalani mengungkapkan adanya dugaan pungli yang diduga dilakukan oknum pejabat Dinas Pendidikan Dayah Aceh dengan modus pemotongan dana bantuan hibah untuk dayah tahun 2018 sebesar Rp 15 juta per dayah dengan alasan uang administrasi.(mas)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved