Pemilik Pangkalan Elpiji Ditangkap

Pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram (kg) di Desa Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya

Pemilik Pangkalan Elpiji Ditangkap
SERAMBINEWS.COM/DEDI ISKANDAR
GIYARTO, Kapolres Nagan Raya 

* Jual Gas di Atas HET

SUKA MAKMUE – Pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram (kg) di Desa Padang Panyang, Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Selasa (20/11) malam, ditangkap anggota Satuan Reskrim Polres setempat. Kedua pelaku yang merupakan pasangan suami istri (pasutri) itu adalah JHR (50) dan NR (40).

JHR yang juga berprofesi sebagai PNS dan NR (40) sebagai ibu rumah tangga, ditangkap berdasarkan laporan warga bahwa selama ini mereka kerap menjual elpiji bersubsidi di atas harga harga eceran tertinggi (HET) dan sering menyuplai ke kecamatan lain sehingga menyebabkan langkanya gas tersebut di Padang Panyang.

Kapolres Nagan Raya, AKBP Giyarto, melalui Kasat Reskrim, AKP Boby Putra Ramadhan Sebayang, kepada Serambi kemarin menjelaskan, pada Selasa (20/11) sekitar pukul 18.00 WIB pihaknya mendapat informasi ada pangkalan di Desa Padang Panyang yang kerap menjual elpiji 3 kg bukan pada wilayah kerjanya dan di atas HET. Hal itu menyebabkan langkanya gas bersubsidi di desa tersebut.

Menindaklanjuti laporan itu, menurut Kasat Reskrim, pihaknya menyelidiki kebenaran informasi tersebut. Pada malamnya sekitar pukul 20.30 WIB, petugas melintas satu mobil Toyota Kijang warna kuning metalic yang mirip dengan ciri-ciri kendaraan pengangkut elpiji yang diinformasikan masyarakat.

Karena itu, lanjutnya, petugas langsung mengejar dan menghentikan mobil tersebut. Setelah diperiksa, petugas menemukan 25 tabung gas isi 3 kg yang sudah kosong di dalam mobil itu. Hasil interogasi di lapangan, pemilik pangkalan mengakui bahwa elpiji tersebut baru saja dijual di Simpang Peuet, Kecamatan Kuala.

Pada malam itu juga petugas langsung membawa pelaku beserta mobil ke lokasi dimaksud, tepatnya ke salah satu rumah pembeli yaitu ST (37) di Simpang Peuet. Di sana ditemukan 25 tabung elpiji ukuran 3 kg yang baru saja dibeli ST dari pelaku Rp 27 ribu per tabung. Akhirnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Mapolres Nagan Raya untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Ditambahkan, penyalahgunaan pengangkutan dan perniagaan gas 3 kg melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi (Migas) dengan ancaman pidana lima tahun penjara. Dari pangkalan itu, sebut Boby, pihaknya mengamankan 25 tabung elpiji 3 kg, satu mobil Kijang Capsul BL 773 VL warna kuning metalik dan uang Rp 675 ribu. (c45)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved