Ketua DPRA Dilantik

Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, H Djumali SH, Kamis (29/11) siang, melantik Sulaiman SE MSM sebagai Ketua DPRA

Ketua DPRA Dilantik
SERAMBI/BUDI FATRIA
KETUA Pangadilan Tinggi Aceh, H Djumali SH, melantik Sulaiman SE MSM sebagai Ketua DPRAsisa waktu 2014-2019, dalam Sidang Paripurna di Ruang Utama Gedung DPRA, Kamis (29/11). 

BANDA ACEH - Ketua Pengadilan Tinggi Aceh, H Djumali SH, Kamis (29/11) siang, melantik Sulaiman SE MSM sebagai Ketua DPRA dalam rapat paripurna istimewa di gedung dewan setempat. Sulaiman mengucapkan sumpah dan janji di hadapan anggota DPRA serta Plt Gubernur Aceh dan wali nanggroe.

Sulaiman menggantikan Tgk Muharuddin SSosI MM yang menjabat sebagai ketua DPRA sejak akhir 2014. Jika dihitung sejak dilantik, Sulaiman akan menjabat Ketua DPRA selama 11 bulan ke depan atau hingga periode anggota legislatif 2014-2019 berakhir pada Oktober tahun depan.

Pantauan Serambi, kemarin, proses pengucapan sumpah dan janji Ketua DPRA berlangsung khidmat. Dengan mengenakan pakaian adat Aceh, Sulaiman terlihat lancar mengucapkan sumpah janji, mengikuti ucapan Ketua Pengadilan Tinggi Aceh. Seusai pembacaan sumpah, Sulaiman menandatangani berita acara dan kemudian dipersilakan duduk di kursi Ketua DPRA berdampingan dengan Plt Gubernur Aceh dan para Wakil Ketua DPRA.

Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah dalam sambutannya menyampaikan, atas nama Pemerintah Aceh, ia mengucapkan selamat kepada Sulaiman yang sudah dikukuhkan sebagai Ketua DPRA. “Kami berharap Ketua DPRA yang baru dapat bekerja sama serta membangun komunikasi yang efektif dan efisien dengan seluruh pemangku kepentingan, baik di Aceh maupun Pusat dengan sebaik-baiknya,” harap Nova.

Ia berharap Ketua DPRA yang baru saling mengisi dan membangun komunikasi dalam kerja-kerja pemerintah untuk tercapainya kesejahteraan masyarakat Aceh, sesuai amanah MoU Helsinki dan UUPA. “Pergantian ini merupakan proses dan dinamika politik yang harus kita laksanakan sesuai peraturan perundang-undangan. Kami yakin, Ketua DPRA yang baru dapat segera menyesuaikan diri,” katanya.

PR Menanti
Nova juga mengatakan, berbagai pekerjaan rumah (PR) di penghujung 2018 sudah menanti Ketua DPRA yang baru. Salah satu PR Pemerintah Aceh dan DPRA adalah mempercepat pengesahan RAPBA 2019.

Pada 28 November 2018, sebut Plt Gubernur, eksekutif dan legislatif sudah menandatangani nota kesepakatan KUA-PPAS 2019. Ke depan, menurut Nova, masih ada PR yang harus segera diselesaikan DPRA dan Pemerintah Aceh. “Setelah penandatangan kesepakatan KUA-PPAS 2019, kita dapat mempercepat penyusunan Raqan Aceh tentang APBA 2019,” katanya.

Pada kesempatan itu, Nova mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada Tgk Muharuddin atas kerja keras dan pengabdian selama menjadi mitra Pemerintah Aceh. “Semoga Allah SWT mencatat segala pengabdian yang sudah diberikan sebagai amal baik,” pungkas Nova.

Sulaiman dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang sudah mendukung dirinya dalam mengemban amanah tersebut. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tgk Muharuddin yang sudah bersama-sama berupaya menyelesaikan proses pergantian jabatan tersebut.

Pelantikan itu diakhiri dengan pemberian ucapan selamat dari semua tamu undangan yang hadir. Selain Plt Gubernur Aceh dan Wali Nanggroe, acara pengambilan sumpah Ketua DPRA kemarin juga dihadiri sejumlah ketua partai politik dan tamu undangan lainnya.(dan)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved