Keluarga Tersangka Narkoba Tertipu Rp 30 Juta

Keluarga tersangka narkoba berinisial FF (28), warga Pulo Aceh, yang ditangkap personel Satuan Narkoba Polres Aceh Besar

Keluarga Tersangka Narkoba Tertipu Rp 30 Juta
hindustantimes
ilustrasi 

* Pelaku Catut Nama Kasat Narkoba

JANTHO - Keluarga tersangka narkoba berinisial FF (28), warga Pulo Aceh, yang ditangkap personel Satuan Narkoba Polres Aceh Besar, Sabtu (1/12) sore lalu, dari sebuah rumah di Kecamatan Sukamakmur, tertipu oleh sindikat pelaku yang mengatasnamakan Kasat Narkoba Polres Aceh Besar, AKP Raja Harahap.

Keluarga tersangka mentransfer uang Rp 30 juta ke rekening penipu yang mencatut nama kasat narkoba. Belakangan diketahui nomor telepon yang digunakan sindikat pelaku serta nomor rekening yang diberikan pada keluarga FF, agar mengirim uang Rp 30 juta itu, terdeteksi berada di luar Aceh.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Ayi Satria Yuddha SIK MSi, melalui Kasat Narkoba, AKP Raja Harahap, kepada Serambi, Kamis (6/12) malam mengungkapkan, kekecewaannya pada keluarga FF yang begitu mudah tertipu dengan bujuk rayu orang yang mencatut namanya. Pasalnya, ungkap AKP Raja, pada Senin (3/12) siang, atau dua hari pascapenangkapan, keluarga FF sempat menemuinya di Mapolres dan meminta bantuan agar FF bisa dibebaskan dengan kosekwensi apapun. “Kepada keluarga FF saya telah tegaskan bahwa FF tidak dapat dibantu, bagaimana pun itu. Karena, di samping FF terbukti menggunakan sabu bersama dua temannya yang tertangkap di tempat yang sama, petugas juga menemukan cukup alat bukti yang digunakan para tersangka. Sehingga tidak ada jalan sedikit pun untuk bisa dibantu. Hal itu cukup jelas saya tegaskan,” ungkap AKP Raja Harahap.

Ternyata, lanjutnya, apa yang telah disampaikan ke keluarga FF sia-sia. Karena dicermati dengan baik, bagaimana pun kasus narkoba yang melibatkan FF tidak dapat dibantu. “Kecewa, karena dari awal sudah saya tegaskan pada ibu FF bahwa kasus narkoba yang melibatkan anaknya tidak dapat dibantu. Tapi, kenyataannya ibu FF, justru terbuai bujuk rayu sindikat penipu yang mencatut nama saya dan langsung percaya dengan menstranfer uang Rp 30 juta ke rekening penipu. Seharusnya ibu FF kan mengkroscek terlebih dulu ke kami, bukan langsung mentransfernya,” ujarnya.

AKP Raja menjelaskan, keluarga FF tertipu setelah pelaku menghubungi keuchik desa tempat keluarga FF berdomisili di Pulo Aceh. Dari pembicaraan dengan keuchik setempat, pelaku yang mengatasnamakan kasat narkoba itu meminta sang kepala desa menghubungi keluarga FF dengan dalih ingin membicarakan kasus narkoba yang menjerat FF.

“Kemungkinan keuchik juga langsung percaya kalau yang telepon itu kami, sehingga langsung menghubungi keluarga FF. Namun, yang kami sayangkan kenapa keluarga FF langsung mentransfer uang Rp 30 juta, ke rekening pelaku, pada Selasa, 4 Desember 2018, tanpa melalui kroscek terlebih dulu kepada kami. Padahal sehari sebelumnya sudah kami tegaskan kasus FF tidak dapat dibantu,” tegas Raja.

Kasat Narkoba Polres Aceh Besar, AKP Raja Harahap menjelaskan, pascapenipuan itu pihaknya pun menelusuri kasus yang menimpa ibu FF dan didapat fakta-fakta, selain para anggota sindikat ini memperoleh segala informasi melalui pemberitaan yang disiarkan melalui internet oleh media online, ternyata nomor Hp seluruh keuchik tersimpan di suatu bagian kantor kecamatan.

“Kemungkinan pelaku mendapat nomor Hp keuchik itu dari kantor camat. Begitu nomor Hp keuchik itu diperoleh, pelaku langsung menghubungi dan menyamar sebagai seseorang yang dicatut namanya. Lalu mengarahkan ingin bicara dengan keluarga tersangka,” ungkap Raja.

Besar dugaan keluarga langsung percaya bahwa nomor penipu yang diberikan keuchik itu seolah-olah nomor Hp seseorang, lantas keluarga tidak melalui kroscek lagi ke nama orang yang dicatut oleh pelaku. “Seharusnya keluarga bisa mengecek dulu, apa benar atau sebaliknya, sebelum memutuskan sesuatu. Ini langsung mentransfer uang dalam jumlah besar, tanpa dicek terlebih dulu kebenarannya, itu kan sebuah kesalahan yang sangat fatal. Kalau sudah begini kejadiannya, keluarga juga yang saying,” imbuh Raja Harahap.

Ia pun berharap ke depan pihak kecamatan, khususnya di Aceh Besar, agar tidak mudah memberikan nomor Hp keuchik bila diminta oleh seseorang. Hal itu dikhawatirkan dimanfatkan untuk melakukan tindakan kejahatan. “Kalau pun nomor keuchik itu diberi pada seseorang, tentunya kita harap orang yang minta nomor itu jelas. Lalu sebaiknya pihak kecematan juga melakukan konfirmasi kepada keuchik sebelum memberikan langsung oleh hp tersebut. Kalau ada akses alangkah baiknya dicek dulu kepada seseorang yang dicatut namanya,” pinta AKP Raja.(mir)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved