Ini Penjelasan DPP PNA Terkait PAW Kadernya di DPRK Sabang

Hasan Basari di-PAW karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari keanggota Partai Nanggroe Aceh tersebut.

Ini Penjelasan DPP PNA Terkait PAW Kadernya di DPRK Sabang
SEKJEN DPP PNA, Miswar Fuady memberikan keterangan pers terkait penetapan Gubernur Aceh yang juga Ketua Umum PNA, Irwandi Yusuf sebagai tersangka oleh KPK di kantor partai tersebut, Banda Aceh, Kamis (4/7). 

Laporan Subur Dani | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Pihak Dewan Pimpinan Pusat Partai Nanggroe Aceh (DPP PNA) melalui Sekretaris Jenderal, Miswar Fuady angkat bicara terkait pergantian antar waktu (PAW) Hasan Basri, anggota DPRK Sabang dari fraksi 'partai oranye' tersebut.

Menurut Miswar, Hasan Basari di-PAW karena yang bersangkutan sudah mengundurkan diri dari keanggota Partai Nanggroe Aceh tersebut.

"Yang besangkutan mengundurkan diri dari PNA karena akan maju menjadi caleg DPRK Sabang melalui Partai Golkar," kata Miswar Sabtu (8/12/2018).

Sebelumnya diberitakan, Hasan Basri Anggota DPRK Sabang dari Partai Nasional Aceh (sekarang Partai Nanggroe Aceh), menggugat keputusan partai yang mengusulkan pergantian antarwaktu (PAW) dirinya dari kursi DPRK Sabang.

Baca: Tidak Terima di PAW, Kader PNA Sabang Gugat Partainya ke Pengadilan

Gugatan itu diajukan Hasan Basri melalui kuasa hukumnya, Hendri Saputra, SH.I dan Muzakar, SHI, ke Pengadilan Negeri Sabang, Jumat (7/12/2018).

Pihak yang digugat adalah DPP Partai Nanggroe Aceh Cq. DPW Partai Nanggroe Aceh Kota Sabang atas Pergantian Antar Waktu (PAW) terhadap yang bersangkutan sesuai surat DPW PNA Kota Sabang tanggal 12 November 2018.

Terhadap sikap Hasan Basri yang tidak menerima di-PAW dan menggugat partai, menurut Miswar ini sikap yang aneh, lantaran Hasan Basri seyogiyanya memang harus di-PAW karena sudah mengundurkan diri dari PNA.

"Jadi lucu ini sebenarnya, padahal yang bersangkutan memang sudah mengundurkan diri dari PNA. Kok tidak dterima ketika di-PAW, jangan-jangan ini hanya untuk memperlambat proses PAW saja," kata Miswar.

Begitu pun, pihaknya siap menghadapi gugatan tersebut. Miswar mengatakan, DPP PNA akan kooperatif menghadiri panggilan pengadilan jika sidang gugatan itu bergulir.

Baca: PA dan PNA Bersatu pada Milad GAM

"Kita siap, akan menghadiri, tidak ada masalah. DPP PNA siap," katanya.

Miswar juga mengirimkan bukti-bukti surat kepada Serambi. Bahwa Hasan Basari secara tertulis mengundurkan diri melalui selembar surat yang dikirim kepada Ketua DPP PNA pada 30 Juni 2018.

Kemudian pada 17 Juli, DPP PNA mengeluarkan surat ketarangan yang menyebutkan bahwa Hasan Basri telah mengundurkan diri.

"Selanjutnya karena yang bersangkutan sudah mundur dari keanggotaan, kita rekomendasi PAW kepada DPW Kota Sabang. Kita menggantikannya dengan saudara Munawwir Al Bahri. Jadi yang menetapkan PAW ini bukan DPW PNA Kota Sabang, tapi DPP," pungkasnya. (*)

Penulis: Subur Dani
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved