Keluarga Nelayan Ini Minta Pemerintah Pulangkan Suami dan Anaknya yang Masih Ditahan Pihak Myanmar

Pemerintah Indonesia Diminta segera memulangkan nelayan Aceh Timur yang sudah sebulan ditahan oleh otoritas Myanmar, sejak 6 November 2018.

Keluarga Nelayan Ini Minta Pemerintah Pulangkan Suami dan Anaknya yang Masih Ditahan Pihak Myanmar
Serambinews.com
Nur Lela, istri nelayan yang meninggal di Myanmar, menggendong bayinya saat menjamu kunjungan anggota Komisi lll DPR RI, M Nasir Djamil, di rumahnya di Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur, Kamis (13/12/2018). 

Laporan Seni Hendri l Aceh Timur

SERAMBINEWS.COM, IDI - Istri dan orang tua para nelayan yang masih ditahan di Myanmar, meminta pemerintah Indonesia segera memulangkan suami dan anak mereka yang sudah sebulan ditahan oleh otoritas Myanmar, sejak 6 November 2018 lalu.

"Harapan kami, pemerintah segera memulangkan suami dan anak kami yang sudah sebulan tidak ada kepastian," ungkap Azizah mewakili kaum ibu yang suami dan anaknya ditahan pihak Myanmar, kepada Anggota Komisi lll DPR RI asal Aceh, M Nasir Djamil, Kamis (13/12/2018), di Gampong Tanjong, Kecamatan Idi Rayeuk, Aceh Timur.

Saat itu M Nasir Djamil dan rombongan mengunjungi rumah Nurdin Bin Karib, nelayan yang meninggal dunia di Myanmar setelah boat KM Bintang Jasa yang mereka gunakan untuk menangkap ikan, ditangkap Angkatan Laut Myanmar 6 November 2018 lalu.

Baca: 16 Nelayan Aceh Loncat ke Laut Saat Disergap Tentara Myanmar, 1 Meninggal dan Dikubur di Kawthaung

Sementara itu, Nur Lela, istri Nurdin bin Karib (nelayan yang meninggal di Myanmar), mengaku ingin mengetahui penyebab kematian suaminya. Karena sejauh ini ia belum mendapat informasi akurat tentang penyebab kematian suaminya.

"Saya tidak tahu apa penyebab kematiannya, karena waktu pergi, ia tidak sakit. Informasinya dia lompat ke laut, tapi itu tidak mungkin karena dia tidak bisa berenang," ungkap Nur Lela dengan air mata berlinang, sambil memangku anaknya yang masih berusia 19 hari.

Dalam kesempatan itu, M Nasir Djamil mengungkapkan belasungkawa atas meninggalnya suami Nur Lela di Myanmar.

“Kita doakan semoga almarhum khusnul khatimah,” ungkap Nasir Djamil.

Baca: 15 Nelayan Aceh Masih Ditahan di Kawthaung, Tiga Kali Dipindahkan dari Penjara di Myanmar

Beberapa waktu lalu, setelah mengetahui 16 nelayan Aceh Timur ditangkap di Myanmar, Nasir Djamil telah menemui Duta Besar Myanmar di Jakarta, dan meminta agar para nelayan tersebut segera dipulangkan.

Perkembangan terkini, Pemerintah Myanmar telah menunjuk pengacara untuk mendampingi para nelayan tersebut.

Selanjutnya, pihak Kedutaan Besar RI juga sudah berkomunikasi dengan pengacara yang ditunjuk oleh Pemerintah Myanmar tersebut.

“Saat ini kami sedang menunggu jawaban. Mudah-mudahan upaya pembebasan dan pemulangan mereka bisa dilakukan di akhir 2018 ini,” jelas Nasir Djamil.(*)

Penulis: Seni Hendri
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved