Banjir Bandang Terjang Suka Makmur, Arus Transportasi Agara-Medan Sempat Macet

Arus transportasi sempat macet akibat adanya pekerjaan pembersihan material di lintasan jalan nasional tersebut.

Banjir Bandang Terjang Suka Makmur, Arus Transportasi Agara-Medan Sempat Macet
SERAMBINEWS.COM/ASNAWI LUWI
Arus transportasi Aceh Tenggara-Sumatera Utara persisnya di lokasi banjir bandang Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, lancar, Kamis (27/12/2018). Terlihat alat berat jenis loader milik PT GFM Kutacane sedang membersihkan jalan. 

Laporan Asnawi Luwi | Aceh Tenggara

SERAMBINEWS.COM, KUTACANE - Kendaraan roda empat, roda enam, truk dan jenis kendaraan lainnya antre untuk melintasi kawasan banjir bandang di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Aceh Tenggara.

Arus transportasi sempat macet akibat adanya pekerjaan pembersihan material di lintasan jalan nasional tersebut.

Direktur Gala Fila Mandiri (GFM) Kutacane, Iskiki Handoko, kepada Serambinews.com, Kamis (27/12/2018) mengatakan, arus transportasi Agara menuju Medan mulai lancar.

Mereka sudah mengerahkan satu alat berat jenis loader untuk memindahkan kayu, bebatuan dan lumpur di badan jalan nasional.

Seperti diberitakan, sebanyak enam rumah di Desa Suka Makmur, Kecamatan Semadam, Rabu (26/12/2018) sekitar pukul 21.30 WIB diterjang banjir bandang.

Akibatnya, dua rumah rusak berat dan empat rusak ringan.

Baca: BREAKING NEWS - Enam Rumah di Aceh Tenggara Kembali Diterjang Banjir Bandang

Penghulu Kute Suka Makmur, Samirin, kepada Serambinews com, Kamis.(27/12/2018) mengatakan, enam rumah terkena banjir bandang.

Dari jumlah itu, dua rusak berat dan empat rusak ringan.

Mereka yang terkena rumahnya telah mengungsi di rumah familinya dan bantuan masa panikpun mulai didistribusikan Pemkab Agara.

Baca: Pascatsunami, Pemukiman Warga Serang Kini Dilanda Banjir

Menurut dia, sejak tiga hari ini Agara terus-menerus diguyur hujan deras. Akibatnya, mereka terkena banjir kirimkan yang membawa bebatuan dan kayu gelondongan.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang Desa Natam Baru, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara pada Jumat (30/11/2018). Akibatnya 47 rumah rusak dan hanyut.

Selain itu, ratusan hektare lahan pertanian milik masyarakat terancam gagal panen.(*)

Penulis: Asnawi Luwi
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved