Wakil Walikota Langsa Uji Mobil Listrik

Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid mencoba mobil listrik yang diperkenalkan oleh team leader PLN Blits Explore Indonesia

Wakil Walikota Langsa Uji Mobil Listrik
SERAMBI/HERIANTO
Kadis ESDM Aceh, Mahdimur dan GM PLN Aceh, Jefri Rosiadi tes mobil listrik buatan ITS Semarang, di rumah dinas Plt Gubernur Selasa (25/12).SERAMBI/HERIANTO 

LANGSA - Wakil Walikota Langsa, Marzuki Hamid mencoba mobil listrik yang diperkenalkan oleh team leader PLN Blits Explore Indonesia dari Institute Teknologi Sepuluh (ITS) yang bekerjasama dengan PLN kota Langsa.

“Saya atas nama pribadi dan pemerintah kota Langsa bangga dengan hasil karya anak Indonesia. Oleh karena itu kami menyampaikan apresiasi kepada ITS bersama PLN yang telah menghasilkan mobil listrik dan mudah-mudahan bisa terus berkembang,” ujarnya di tribun lapangan merdeka kota Langsa, Minggu (23/12) malam.

Dikatakanya, mobil listrik akan membawa dampak positif dibandingkan dengan mobil konvensional yang sering dipakai menggunakan bahan bakar minyak (BBM). “Selama ini, mobil yang menggunakan BBM dapat menyebabkan polusi udara, apalagi di kota-kota besar, sehingga dengan beralih ke energi listrik barangkali alam semakin baik dan ramah lingkungan,” jelas wakil walikota Langsa ini.

Sementara itu, Agus Muklisin, team leader PLN Blits Explore Indonesia menjelaskan, mobil listrik ini setelah diuji dengan komponen-komponen utama, maka siap bekerja sama dengan industri otomotif yang ada di Indonesia. Dia mengatakan ITS akan membangun mobil nasional dalam hal ini mobil listrik.

“Kenapa memilih mobil listrik? karena mobil listrik sudah menjadi energi masa depan karena energi listrik bisa kita peroleh dari energi matahari, angin, air dan panas bumi,” kata Agus. Team leader PLN Blits Explore Indonesia ini juga membandingkan mobil listrik dengan mobil konvensional.

Dikatakanya, mobil tersebut tentu dilihat dari nilai ekonomisnya lebih irit. “Masyarakat pasti ingin melihat secara ekonomis sumber pemakaian mobil listrik lebih irit. Hasil uji coba kami 1 KWH-nya bisa menempuh 5, km artinya dengan uang Rp 1500 bisa dapat 1, KWH maka kita dapat menempuh jarak 5 km,” jelasnya.

Lebih lanjut, kata Agus Muklisin kalau misalkan mobil konvensional (mobil bbm) itu 1 liter bensin Rp 7500 paling 10 km. Artinya dengan 10 km kita (mobil listrik) membutuhkan 2 KWH atau hanya RP 3000, sementara mobil mobil konvensional membutuhkan Rp 7500.(zb)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved