Ribuan Ikan Mati Mendadak

Ribuan ikan mati mendadak di Krueng Geutah, kawasan Desa Alue Bateung Brok, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya

Ribuan Ikan Mati Mendadak
SERAMBI/SA'DUL BAHRI
WARGA memperlihatkan sejumlah ikan dari Sungai Alue Geutah yang mati mendadak diduga ekses keracunan limbah PMKS di Desa Alue Bateung Brok, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya, Sabtu (29/12).SERAMBI/SA'DUL BAHRI 

* Diduga Ekses Pembuangan Limbah PMKS Socfindo

SUKA MAKMUE - Ribuan ikan mati mendadak di Krueng Geutah, kawasan Desa Alue Bateung Brok, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Sabtu (29/12). Matinya ribuan ikan berbagai jenis itu diduga akibat pencemaran dari pembuangan limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMPS) PT Socfindo Seumayam ke sungai tersebut.

“Pencemaran tersebut terjadi sejak dari Desa Simpang Deli Kilang, Panton Bayu, dan Desa Alue Bateung Brok,” kata H Ibrahim Idham, anggota DPRK Nagan Raya kepada Serambi, Sabtu (29/12). “Pencemaran ini diduga akibat dari pembuangan limbah PMKS milik PT Socfindo yang terjadi setiap tahun,” imbuh dia.

Ia meminta, pihak perusahaan bertanggung jawab terkait pencemaran limbah tersebut. Sebab, Daerah Aliran Sungai (DAS) di daerah itu merupakan salah satu lokasi penangkapan ikan masyarakat setempat untuk dijual. “Matinya ribuan ikan ini tentu sangat merugikan masyarakat yang menggantungkan hidup dari sungai itu,” ulasnya.

Peristiwa matinya ikan di sungai tersebut, ungkap Ibrahim, terjadi setiap tahunnya, bahkan sempat satu tahun terjadi hingga dua kali. Kondisi itu sangat disayangkan karena sungai tersebut tak bisa lagi memanfaatkan oleh masyarakat setempat.

Pihaknya, beber dia, sudah mengambil sampel air dan sejumlah ikan yang telah mati untuk diserahkan kepada pihak lingkungan hidup agar diteliti di laboratorium. “Saya juga akan melaporkan hal itu kepada pihak berwajib terkait dugaan pencemaran limbah PMKS, karena telah merugikan masyarakat di sekitar perusahaan PT Socfindo Seumayam,” tukasnya.

Keuchik Alue Bateung Brok, Muslem membeberkan, kondisi air Sungai Alue Geutah dan Krueng Geutah saat ini hitam pekat dan menyebabkan gatal-gatal. Terkait peristiwa matinya ribuan ikan itu, ucap dia, warga baru mengetahui pada Sabtu pagi, sehingga secara beramai-ramai mencari memungut ikan yang telah mati di sungai tersebut untuk dikonsumsi. “Kami baru mengetahui peristiwa matinya ikan berbagai jenis seperti belut, nila, dan kerling itu pada Sabtu pagi,” tukas Muslem saat dijumpai di lokasi.

Ia menambahkan, pencemaran limbah tersebut terjadi sejumlah sungai mulai Sungai Alue Geutah, Krueng Geutah, hingga ke Krueng Seumayam. Kondisi air hitam pekat di Sungai Alue Geutah itu menebarkan bau limbah yang sangat menyengat.

Sedangkan, Camat Darul Makmur, Rahmattullah yang turut serta mendatangi lokasi matinya ikan di Alue Bateung Brok mengharapkan, kepada pihak perusahaan untuk dapat melakukan penanganan dengan baik. Sehingga tidak merusak lingkungan dan mengganggu perekonomian para warga di daerah setempat karena tidak dapat lagi memanfaatkan DAS Krueng Geutah. “Kasus matinya ikan itu diketahui melalui para keuchik, sehingga kami bersama anggota DPRK ikut serta melihat langsung pencemaran itu,” tukasnya.

Akan Lakukan Pengecekan
Sementara itu, Kepala PMKS PT Socfindo Seumayam, Ferdinan Munthe yang konfirmasi Serambi secara terpisah, kemarin, terkait pencemaran limbah PMKS mengaku, pihaknya akan melakukan pengecekan ulang apakah benar pencemaran sungai tersebut ditimbulkan dari PKS milik mereka atau bukan.

“Kita belum bisa pastikan apakah pencemaran itu berasal dari PKS kita atau bukan. Kita akan cek dulu kebenarannya,” tandasnya.(c45)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved