Roda Ekonomi Tahun Ini Terasa Berat dan Mengkhawatirkan, Ini Sejumlah Indikatornya

Banyak investor asing menarik dananya untuk ditempatkan di negara-negara maju seiring naiknya suku bunga acuan AS

Roda Ekonomi Tahun Ini Terasa Berat dan Mengkhawatirkan, Ini Sejumlah Indikatornya
ILUSTRASI. Benny Rachmadi - Merelakan Rupiah 

SERAMBINEWS.COM - Pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini diperkirakan hanya mampu tumbuh 5,1%–5,2%, naik tipis dibanding 2017 yang tumbuh 5,07%.

Meski ekonomi masih tumbuh, namun pergerakan roda ekonomi tahun ini terasa berat dan mengkhawatirkan. Ini tampak dari melemahnya sejumlah indikator, antara lain:

Pertama, nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) sempat karam ke level terendah sejak krisis moneter 1998, yakni ke posisi Rp 15.253 pada 11 Oktober 2018.

Baca: 20 Orang Hasil Tangkapan Kasus Korupsi Kementerian PURR Masih Diperiksa Secara Intensif di KPK

Untunglah, mendekati tutup tahun ini, rupiah kembali menguat ke kisaran Rp 14.500 per dollar AS.

Kedua, cadangan devisa terkuras dari posisi tertinggi sepanjang sejarah US$ 131,98 miliar (Januari 2018) tinggal tinggal US$ 114,85 pada September 2018, lalu naik lagi menjadi US$ 117,21 pada November lalu.

Ketiga, dana asing di pasar saham dan obligasi terus menyusut.

Banyak investor asing menarik dananya untuk ditempatkan di negara-negara maju seiring naiknya suku bunga acuan AS.

Keempat, kinerja ekspor lesu, sementara impor naik.

Akibatnya, defisit neraca dagang membengkak. Pada saat yang sama, Indonesia juga mengalami defisit transaksi berjalan.

Baca: Ketua HUDA Tu Sop Jeunieb Safari Dakwah ke Malaysia, Diawali dari Surau An Nur Sri Murni Selayang

Berbagai kondisi buruk itu terjadi salah satunya lantaran pemerintah kurang sigap mengantisipasi berbagai perkembangan di pasar global.

Halaman
1234
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved