11 Warga Ujong Rimba Masih Dirawat

Hingga Minggu (30/12), 11 warga Gampong Rinti, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum

11 Warga  Ujong Rimba Masih Dirawat
Para narapidana rumah tahanan (Rutan), Calang sedang menjani perawatan medis di RSUD Teuku Umar, Calang Rabu (14/12) akibat keracunan makanan. 

*Setelah Santap Kenduri

SIGLI- Hingga Minggu (30/12), 11 warga Gampong Rinti, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen. Sebelumnya, warga dirawat di rumah sakit tersebut berjumlah 32 orang akibat keracunan massal seusai menyantap kenduri maulid di Gampong Didoh yang merupakan desa tetangga. Warga mengalami diare, muntah-muntah, dan tekanan darah menurun.

Direktur RSU Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen dr Aci Erfiyan, didampingi KTU Arman SKM MKes, kepada Serambi, Minggu (30/12) menyebutkan, saat ini tercatat 11 warga Gampong Rinti Ujong Rimba masih dirawat intensif di RSU Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen. Rinciannya, tujuh anak- anak masih dirawat di ruang anak, yakni Shofia, Farah Fajarna, Ariani Rahayu, Junaida, Ulfatul Azizi, Riska Nugraha, dan Nailul Azariani.

Berikutnya, tiga pasien dirawat di Ruang Penyakit Dalam Pria (RPDP), masing-masing Bukhari, M Ali Cut, dan Muliadi. Sedangkan yang dirawat di Ruang Penyakit Dalam Wanita (RPDW) satu pasien bernama Asna Dewi.

“Pasien yang masih dirawat keadaannya masih lemas, dominan mengalami diare akut dan observasi febris (demam tinggi),” kata dia. Aci Erfiyan berharap sebagian pasien bisa dipulangkan hari ini.

Ia menambahkan, 21 warga Gampong Rinti yang telah pulang duluan karena kondisi sudah pulih. Namun, mereka harus lebih banyak beristirahat sehingga kondisi tubuh benar-benar normal kembali. “Kami imbau jika merasa panas kembali dan diare cepat-cepat diboyong ke rumah sakit, sehingga pertolongan medis bisa cepat diberikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, 32 warga Gampong Rinti, Ujong Rimba, Kecamatan Mutiara Timur, Pidie, Rabu (26/12) sekitar pukul 14.00 WIB, tumbang akibat keracunan secara massal. Mereka terdiri atas anak-anak, remaja, dan dewasa. Gejaola yang dialami demam, diare, dan tekanan darah menurun, sehingga harus dirawat intensif di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Abdullah Syafi’i Beureunuen. Belakangan diketahui 32 warga tersebut mengalami keracunan setelah menyantap kenduri maulid di Gampong Didoh yang merupakan desa tetangga.

Keuchik Gampong Rinti, M Adam, kepada Serambi, Kamis (26/12) mengatakan, sebelum warganya mengalami keracunan massal, mereka menghadiri maulid Nabi Muhammad di Gampong Didoh pada Selasa (25/12) sekira pukul 14.00 WIB. Namun, pada Rabu (26/12) sekitar pukul 04.00 WIB, tiba-tiba dua buah hatinya bernama Idris (18) dan Hidayatullah (9) mengalami demam dan diare.

“Awalnya saya pikir biasa anak saya demam dan diare setelah makan nasi bersama lauk pauk pada maulid di Gampong Didoh. Tetapi, saat saya pulang dari puskesmas, ternyata warga lain pun demam dan diare secara bersamaan,” jelas Adam.

Penyebab tak Diketahui
Secara terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Pidie, Fauzi Harfa SKM MM, yang didampingi Kepala Bidang Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Pidie, Turno Junaidi MKM, kepada Serambi, kemarin, mengatakan, pihak Dinkes Pidie bersama Puskesmas Ujong Rimba tidak mendapatkan sample nasi bersama lauk pauk kenduri maulid. Sebab, nasi maupun lauk pauk telah diberikanwarga kepada ayam peliharaan mereka.

Selain itu, lanjut Fauzi, muntahan pasien pun tidak ditemukan petugas, sehingga tidak bisa membawa sample untuk diuji di laboratorium. “Jadi kami belum mengetahui penyebab warga mengalami keracunan massal pasca menyantap hidangan kenduri maulid. Padahal, kalau ada sample kita akan mengetahui penyebabnya, bisa karena virus atau lainnya,” katanya.(naz)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved