Kunjungan Wisman ke Aceh Menurun

Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada November 2018 sebanyak 1.700 orang

Kunjungan Wisman  ke Aceh Menurun
WAHYUDIN, Kepala BPS Aceh

BANDA ACEH - Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Aceh pada November 2018 sebanyak 1.700 orang. Jumlah ini menurun 17,83 persen dibandingkan Oktober 2018. Selain itu, juga menurun 59,46 persen dibandingkan November 2017.

Sedangkan secara kumulatif sejak Januari hingga November 2018, total wisman yang berkunjung ke Aceh 29.731 orang. Jumlah ini juga menurun 0,06 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh, Wahyudin MM dalam berita resmi statistik di Aula BPS setempat, Rabu (2/1). Menurutnya, penurunan jumlah wisman ini disebabkan beberapa faktor, di antaranya harga tiket yang meningkat, cuaca yang tidak mendukung, serta rute penerbangan ke Aceh yang berkurang.

“Sekarang lagi banyak musibah di Indonesia, tidak terlepas di Aceh, seperti banjir. Ini secara keseluruhan menjadi image dari negara-negara Eropa. Termasuk jumlah wisman dari Malaysia juga turun menjadi 927 orang pada November 2018, dibandingkan bulan-bulan sebelumnya jumlah wisman dari negara ini bisa mencapai seribuan hingga dua ribuan orang per bulan,” sebut Wahyudin.

Untuk meningkatkan jumlah wisman ke Aceh, kata Wahyudin, pemerintah harus terus meningkatkan promosi pariwisata dan keamanan di dalam maupun luar negeri, sehingga wisman merasa aman berkunjung ke Aceh.

Lebih lanjut, ia menyebutkan selain Malaysia, empat besar wisman lainnya yang berkunjung ke Aceh pada November 2018, yaitu Inggris 145 orang, Amerika Serikat 117 orang, Australia 85 orang, dan Tiongkok 44 orang.

Sementara apabila dilihat jumlah wisman menurut wilayah, pada November 2018 wisman terbanyak berasal dari Asean 981 orang. Jumlah ini menurun sebesar 44,32 persen dibandingkan Oktober 2018. Kemudian disusul wilayah Eropa 344 orang, mengalami peningkatan sebesar 240,59 persen dibanding Oktober 2018, selanjutnya dari wilayah Amerika 196 orang.

Bensin Beri Andil
Inflasi Terbesar
Kepala BPS Aceh, Wahyudin, juga menyampaikan komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar selama 2018, yaitu bensin 0,2231 persen, beras 0,2047 persen, tomat 0,1670 persen, angkutan udara 0,1597 persen, dan beberapa komoditas lainnya. “Beberapa kali ada kenaikan BBM selama 2018, sehingga bensin memberi andil inflasi terbesar,” katanya.

Sementara pada Desember 2018, secara agregat untuk Aceh gabungan dari tiga kota yaitu BandaAceh, Lhokseumawe, dan Meulaboh mengalami inflasi sebesar 0,38 persen. Beberapa komoditas yang memberi andil inflasi terbesar yaitu tongkol/ambu-ambu, tomat sayur, daging ayam ras, bawang merah, dan cumi-cumi. Adapun beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga pada Desember 2018 antaranya udang basah, jeruk, cabai merah, cabai rawit, dan cabai hijau. (una)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved