297 Rumah Korban Gempa Pidie Jaya Dibangun Tahun Ini, Untuk 713 Lainnya belum Ada Kepastian

Dari 1.010 rumah korban gempa Pidie Jaya yang masuk daftar tunggu, yang akan dibangun tahun ini hanya 297 unit.

297 Rumah Korban Gempa Pidie Jaya Dibangun Tahun Ini, Untuk 713 Lainnya belum Ada Kepastian
Serambinews.com
Kepala BPBD Pijay 

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS.COM, MEUREUDU - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (Kalak-BPBD) Pidie Jaya, HM Nasir SPd mengatakan, dari 1.010 rumah korban gempa Pidie Jaya yang masuk daftar tunggu, yang akan dibangun tahun ini sejumlah 297 unit.

Sedangkan untuk 713 rumah lainnya belum jelas kapan akan ditangani. Menurut Nasir, Pemkab tidak mungkin membangun seluruh kebutuhan rumah, karena kekurangan dana. “Anggaran tersedia sisa tahun 2018 lalu yang kini ada dalam APBK, hanya Rp 25 miliar,” katanya, Rabu (9/1/2019).

Seperti yang sudah dibangun tahap pertama, kebutuhan dana untuk satu unit rumah sebesar Rp 85 juta. Sehingga dana Rp 25 miliar itu hanya cukup untuk membangun 297 unit rumah.

“Sedangkan untuk membangun 713 unit lainnya, akan diupayakan dana dari pusat. Kini Pemkab Pijay sedang berupaya mencari dana ke pusat,” tandas HM Nasir.

Baca: Awas, Ini Titik Rawan Kecelakaan di Pidie dan Pidie Jaya

Baca: Instansi Vertikal di Pidie Jaya Malas Setor ZIS, Kepala Baitul Mal Mengeluh ke Wakil Bupati

Anggota DPRK Pijay yang juga Anggota Badan Anggaran (Banggar), Hasan Basri MM, menilai Pemkab kurang respon terhadap kebutuhan pembangunan rumah korban gempa yang sudah masuk daftar tunggu.

Seharusnya, kata Hasan, sebelum pembahasan anggaran 2019, perlu konsultasi/musyawarah antara eksekutif dengan legislatif agar dananya dapat dianggarkan pada APBK 2019.

“Untuk apa membangun jalan mulus hingga ribuan meter, sementara kebutuhan utama membangun rumah korban gempa tidak terealisasi dengan maksimal,” kata Hasan yang mengaku dalam dua pekan terakhir, hampir setiap malam warga menemuinya mempertanyakan persoalan ini.

Baca: VIDEO - Menguji Nyali dengan Arung Jeram di Sungai Lokop

Baca: Di Balik Kondisinya yang Sakit, Ustaz Arifin Ilham Ungkap Ada Hikmahnya

Baca: Sule Sebut Akan Menikah di Pertengahan Tahun, Ini Identitas Wanita yang akan Jadi Istrinya

Ia juga mengungkapkan, hasil penjajakan pihaknya ke BNPB di Jakarta bersama Tim Banggar DPRK Pijay beberapa pekan lalu, kecil kemungkinan sisa rumah 713 unit lagi itu bisa dibangun tahun ini, karena saat ini tidak ada lagi plot dana di BNPB.

“Di BNPB tak ada lagi untuk pembangunan rumah tahun ini. Kecuali diusulkan kembali oleh Pemkab Pijay. Itu pun butuh waktu paling kurang lima bulan untuk pembahasan di tingkat pusat,” ungkapnya.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved