Bekas Galian C Itu ‘Disulap’ Jadi Kebun Beromset Ratusan Juta

LAHAN bekas galian C itu menghijau. Setiap jengkal dipenuhi aneka tanaman buah yang berasal dari pelosok nusantara

Bekas Galian C Itu ‘Disulap’ Jadi Kebun Beromset Ratusan Juta
kolase Serambinews.com
Kolase foto Ustaz Abdul Somad dan kebun kurma di Aceh. 

LAHAN bekas galian C itu menghijau. Setiap jengkal dipenuhi aneka tanaman buah yang berasal dari pelosok nusantara dan manca negara. Ada pepaya madu, pisang, apel, lengkeng, matoa, kelapa, durian, nangka Thailand, mangga, jambu madu hingga anggur Brazil. Ketika sedang musim, pengunjung dipersilahkan memilih dan memetik sendiri buah yang hendak dibelinya.

Pengunjung juga bisa berolahraga dengan berjalan kaki mengelilingi kebun buah, kolam serta berselfie ria di pulau buatan yang dipenuhi tanaman anggur Brazil. Sebagai pelepas dahaga, petik saja kelapa muda yang berderet di sepanjang perjalanan.

Itulah kebun buah milik Asmadi di Desa Bukit Harapan, Kecamatan Gunung Meriah, Aceh Singkil. Ia membuktikan jika ada kemauan tanaman buah-buahan dari manapun berasal bisa tumbuh subur dan menghasilkan uang di tanah Aceh Singkil. “Dalam penghitungan saya, setahun bisa dapat Rp 120 juta,” kata Asmadi.

Asmadi memang petani ulung, mampu menceritakan detail jenis tanaman, asal bibit, harga, cara perawatan, serta teknik pemasaran. Penjelasan ia sampaikan sambil mengajak pengunjung berkeliling menikmati setiap sudut kebun miliknya.

Ajakan berolahraga mengelilingi kebun aneka buah-buahan juga dilakukan kepada Serambi, Asisten I Setdakab Aceh Singkil, Mohd Ichsan, serta warga lain yang berkunjung sore itu. Asmadi menceritakan, masa-masa awal merintis, ia sempat dianggap gila, lantaran nekat tinggal jauh dari rumah peduduk.

Seiring berjalannya waktu, mantan anggota DPRK Aceh Singkil ini, mampu membuktikan. Kerja kerasnya menunjukan hasil. “Awalnya dianggap gila, apalagi saat saya tunjuk batu ini duit semua. Sekarang orang baru paham,” ujarnya. Areal bekas galian C yang telah ‘disulap’ menjadi kebun buah-buahan sekitar tujuh hektare. Asmadi merancang ke depan secara keseluruhan ada 30 hektare areal agribisnis yang digarapnya.

Sayang saat Serambi datang, buah-buahan di kebun Asmadi belum masuk musim panen. Kecuali pepaya serta kelapa muda yang bisa dipetik setelah sekujur tubuh dipenuhi peluh berjalan kaki turun naik bukit. Pria paruh baya itu membuktikan betapa suburnya tanah Aceh Singkil. Bila digarap serius bisa menghasilkan pundi rezeki. “Terbukti semua tanaman bisa tumbuh, kita berharap bisa jadi inspirasi warga lain,” kata Asisten I Setdakab Aceh Singkil, Mohd Ichsan. (dede rosadi)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved