Korban Amuk Gajah Dirujuk ke Banda Aceh

Korban amukan gajah bernama T Muhammad bin T Bardan (65) warga Gampong Drien Tujoh, Kecamatan Bandar Dua

Korban Amuk Gajah Dirujuk ke Banda Aceh
SERAMBI/IDRIS ISMAIL
PENGENDARA becak motor memboyong pasien ke salah satu Rumah Sakit Umum (RSU) di Sigli, Pidie, Rabu (9/1/2019). 

MEUREUDU - Korban amukan gajah bernama T Muhammad bin T Bardan (65) warga Gampong Drien Tujoh, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya (Pijay) dirujuk ke RSUZA Banda Aceh pada Rabu (9/1) dinihari, sekitar pukul 03.00 WIB. Sebelumnya, sempat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro, Sigli, Pidie pada Selasa (8/1).

“Korban amukan gajah yang sempat dirawat di RSU Tgk Chiek Di Tiro telah dirujuk ke RSU Zainoel Banda Aceh, menyusul luka robek pada lengan kanan yang sangat parah, serta luka benturan pada bagian dada,” sebut Junaidi selaku staf Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU Tgk Chik Di Tiro.

Seperti diketahui, T Muhammad bin T Bardan pada Selasa (8/1) sekira pukul 17.00 WIB diamuk gajah liar saat sedang membersihkan kebun kacang di kawasan Gampong Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua. Akibat insiden ini, lengan kanan dan dada korban menjadi luka.

Waka Polres Pidie, Kompol Iskandar SE Ak pada Selasa (8/1) malam mengatakan amukan gajah terjadi saat T Muhammad Bardan bersama Jamaluddin sedang membersihkan lahan kebun kacang kawasan kebun Gampong Lhoek Sandeng, Meurah Dua.

“Tiiba - tiba saja muncul seekor gajah dari arah belakang yang langsung menuju arah korban dengan jarak sangat dekat, sehinga korban berupaya menyelamatkan diri,” sebutnya.

Tetapi, gajah tersebut tetap mengejar korban, sehingga terkena belalai gajah di bagian lengan kiri hinga terjatuh dan menendang korban di bagian dada korban. Temannya, Jamaluddin meminta tolong kepada masyarakat agar menghalaukan gajah, guna dapat mengevakuasi korban.

Korban berhasil dievakuasi dan kini telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Pijay guna mendapat pelayanan medis. “Kami meminta masyarakat untuk sementara waktu tidak berkebun di seputaran wilayah Lhok Sandeng dikarenakan masih adanya gajah yang masih berkeliaran,” katanya.(c43)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved