Pasien Gangguan Jiwa Bakar Satu Ruang RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah

Bukan hanya kamar yang terbakar, tetapi pelaku juga mengalami luka bakar mencapai 40 persen

Pasien Gangguan Jiwa Bakar Satu Ruang RSU Datu Beru Takengon, Aceh Tengah
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Seorang pasien gangguan jiwa yang dirawat di RSU Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (9/1/2019) malam, sekira pukul 21.00 WIB, mengamuk hingga membakar satu kamar di ruang jiwa yang ada di rumah sakit itu 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Seorang pasien gangguan jiwa yang dirawat di RSU Datu Beru, Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Rabu (9/1/2019) malam, sekira pukul 21.00 WIB, mengamuk hingga membakar satu kamar di ruang jiwa yang ada di rumah sakit itu.

Bukan hanya kamar yang terbakar, tetapi pelaku juga mengalami luka bakar mencapai 40 persen.

Insiden mengamuknya seorang pasien jiwa bernama Andi Suyanto (48) warga Kecamatan Celala, sempat membuat panik  pasien lain yang sedang dirawat serta warga yang berada di komplek rumah sakit.

Baca: Harga Emas Turun, Berikut Daftar Harga Hari Ini

Pasalnya, asap sempat mengepul dari ruanga jiwa karena api sudah melahap bagian dalam ruangan itu.

Untuk memadamkan api, diterjunkan mobil pemadam kebakaran dari BPBD setempat.

Direktur RSU Datu Beru, Takengon, dr Hardi Yanis kepada Serambinews.com, Kamis (10/1/2019) mengatakan, kondisi pasien jiwa yang mengamuk tersebut, memang memiliki gangguan jiwa yang tergolong hyper aktif.

“Artinya, pasien ini, sering mengamuk. Bahkan sampai membakar tempat tidurnya sendiri,” kata Hardi Yanis.

Baca: Prabowo Subianto Anti Rokok, Sekretaris Pribadi Ungkap Snack Favoritnya Sejak Jadi Tentara

Dia menuturkan, pasien Andi Suyanto dirawat di ruang isolasi jiwa RSU Datu Beru, Takengon, sejak Rabu (9/1/2019) siang.

Namun, beberapa jam setelah ditempatkan di ruang isolasi jiwa, pasien mengamuk dan membakar tempat tidur hingga menjalar ke bagian lemari.

“Karena ruangan terbakar, pasien ini, juga sempat terkena sambaran api hingga luka mencapai 40 persen,” jelasnya.

Baca: FOTO-FOTO: Wanita Ini Beratnya 250 Kg, Perlihatkan Foto 10 Tahun Lalu, Mengaku Cuma Makan Ini 

Menurut Hardi Yanis, setiap ada pasien yang mengalami gangguan jiwa dan hyper aktif sehingga ditempat di ruang isolasi yang dipagari jeruji besi.

Bahkan, sesuai dengan SOP, pasien dengan kondiri seperti ini, tidak boleh membawa alat berbahaya seperti pisau, korek api, kaca dan lainnya.

“Kita tangani sudah sesuai SOP. Hanya saja, ada keluarga pasien yang memberikan rokok dan korek api kepada pasien jiwa ini. Mungkin karena kasihan dengan pasien, sehingga ada yang memberikan rokok. Jadi dampaknya seperti ini,” tutur Hardi Yanis.(*)

Penulis: Mahyadi
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved