YARA Laporkan Proyek Talut Gampong ke Polisi

LSM Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan proyek talut penahan jalan di Gampong Genteng Timur

YARA Laporkan Proyek Talut Gampong ke Polisi
SERAMBI/M NAZAR
Ketua YARA Perwakilan Pidie, Junaidi SH, menyerahkan berkas proyek tanggul 2017 yang diterima Kanit Reskrim Polres Pidie, Bripka Edi Gunawan, di Mapolres Pidie, Kamis (10/1). 

SIGLI- LSM Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) melaporkan proyek talut penahan jalan di Gampong Genteng Timur, Kecamatan Batee, kepada Reskrim Polres Pidie, Kamis (10/1), yang diduga tidak selesai dikerjakan.

Proyek tersebut menggunakan dana desa tahun 2017 sekitar Rp 155 juta dan telah dipertanggungjawabkan. Berkas proyek talut diserahkan Ketua YARA Perwakilan Pidie, Junaidi SH, yang diterima Kanit Reskrim Polres Pidie, Bripka Edi Gunawan.

Ketua YARA, Safaruddin, Kamis (10/1) mengatakan berdasarkan laporan bahwa di Genteng Timur ada talut tidak selesai dikerjakan. Dikatakan, pihaknya telah melakukan investigasi ke lokasi proyek yang menemukan talut tidak selesai dikerjakan, tapi dana telah dipertanggungjawabkan. Talut

dengan anggaran yang dialokasikan dana gampong sekitar Rp 155 juta, ternyata yang selesai hanya sedikit. “Selebihnya kami menemukan meterial berserakan di lokasi proyek talut,” kata Safaruddin di Polres Pidie.

Dia menyebutkan, jika proyek tidak dikerjakan, maka seluruh dana menjadi Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2018. Tapi, Silpa 2018 tercatat hanya Rp 17 juta dan pertanggungjawaban tidak sesuai dengan realisasi fisik proyek di lapangan.

“Kita menduga item itu fiktif, sehingga harus ditindaklanjuti sesuai hukum. Kami melaporkan ini setelah beberapa bulan diberikan kesempatan untuk diselesaikan di tingkat muspika dan forum keuchik tidak berhasil,” jelasnya. Dia menambahkan, item yang dilaporkan kepada penyidik Reskrim Polres Pidie adalah Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) 2017, APBG 2017 dan 2018.

Sementara APBG 2017 Rp 155 juta dan material berserakan di objek proyek menjadi bukti pelaporan dan bukti lainnya, APBG 2018 adalah Silpa Rp 17 juta.

“Dalam proyek tersebut kita tidak mengetahui siapa yang terlibat, akan tetapi keuchik yang bertanggung jawab. Nanti, penyidik yang melakukan penyelidikan terhadap laporan kami itu, sehingga akan terkuak pihak yang terlibat. Kita berharap kasus tersebut diusut pihak kepolisian,” sebut Safaruddin.

Sedangkan Keuchik Genteng Timur, Bukhari, mengungkapkan, seharusnya YARA menemukan dirinya sebelum melaporkan kepada polisi. Sebab, dirinya ingin menjelaskan kepada YARA, apa yang terjadi sebenarnya sehingga proyek talut penahan jalan belum selesai dikerjakan.

Ia menjelaskan, talut tersebut bukan tidak selesai dikerjakan, akan tetapi adanya pihak yang menggagalkan saat proyek tersebut dikerjakan secara swakelola dengan melibatkan warga. Bahkan, kata Bukhari, material seperti pasir, batu, semen 84 sak dan bambu 200 batang telah dibeli yang diletakkan di lokasi proyek.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved