Garuda Bertahan Tarif Batas Atas

Keluhan masyarakat pengguna jasa transportasi udara terhadap mahalnya harga tiket domestik--termasuk untuk rute Banda Aceh-Jakarta

Garuda Bertahan Tarif Batas Atas
SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA
Seorang ibu memesan tiket ke Malaysia di AirAsia Travel and Service Center (ATSC) yang baru diresmikan di Jalan Twk Mohd Daudsyah Nomor 130, Peunayong, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Rabu (25/1). SERAMBI/MAWADDATUL HUSNA 

* Tiket Lion Masih di Bawah Ketetapan Pemerintah

BANDA ACEH - Keluhan masyarakat pengguna jasa transportasi udara terhadap mahalnya harga tiket domestik--termasuk untuk rute Banda Aceh-Jakarta dan sebaliknya--ditanggapi oleh pihak Garuda Indonesia dan Lion Air.

General Manager (GM) PT Garuda Indonesia (Persero) Perwakilan Aceh, Andi Latief dalam pertemuan dengan Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda di kantornya, kawasan Luengbata, Banda Aceh, Jumat (11/1) menandaskan, dalam penjualan tiket, pihaknya tidak lagi menggunakan tarif batas bawah dan menengah, tapi sudah tunggal, yaitu tarif batas atas. “Tidak ada lagi penjualan tiket promo Rp 1,5 juta/orang,” ujarnya.

Menurut Andi Latief, kebijakan itu dilakukan disebabkan beberapa faktor, antara lain untuk mengurangi kerugian besar yang selama ini diderita PT Garuda Indonesia akibat melonjaknya harga avtur pada tahun lalu dan melemahnya nilai rupiah terhadap dolar AS. “Akibat kedua faktor itu, biaya operasional jadi melonjak, onderdil pesawat garuda masih diimpor dari luar negeri, harganya juga terus bergerak naik,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Andi Latief, manajemen PT Garuda Indonesia dituntut untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, terutama terhadap keselamatan penumpang, pilot, pramugari, dan pesawat harus berjalan normal.

Makanya Dirut Garuda Indonesia yang baru mengambil kebijakan untuk memberlakukan harga tiket batas atas tunggal. Sampai kapan kebijakan itu berjalan, hanya pihak manajemen pusat yang mengetahui,” kata Andi Latief.

Meski demikian, kata Andi Latief, dirinya akan menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh yang disampaikan Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda kepada pimpinan Garuda Indonesia di Jakarta.

Jangan tarif tunggal
Wakil Ketua DPRA, Sulaiman Abda meminta manajemen PT Garuda Indonesia tidak memberlakukan tarif tunggal batas atas untuk rute Banda Aceh-Jakarta maupun sebaliknya.

“DPRA akan menyurati Dirut PT Garuda Indonesia meminta diberlakukan juga tarif bawah dan menengah untuk rute Banda Aceh-Jakarta maupun sebaliknya,” kata Sulaiman Abda ketika bertemu GM PT Garuda Indonesia Perwakilan Aceh Andi Latief, kemarin.

Menurut Sulaiman Abda, dirinya menyampaikan aspirasi masyarakat Aceh yang akhir-akhir merasa sangat berat membeli tiket pesawat garuda dengan harga Rp 2.950.000 hingga Rp 3.050.000/orang untuk rute Banda Aceh-Jakarta maupun sebaliknya.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved